TribunBali/

Satgas Waspada Investasi Minta Masyarakat Waspadai Operasional UN Swissindo

UN Swissindo melakukan kegiatan penawaran pelunasan kredit dengan menawarkan janji pelunasan kredit/pembebasan utang rakyat

Satgas Waspada Investasi Minta Masyarakat Waspadai Operasional UN Swissindo
Tribun Timur
Dokumen UN Swissindo untuk pelunasan utang di bank. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat, dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi, meminta masyarakat mewaspadai kegiatan UN Swissindo yang berdalih menawarkan janji pelunasan kredit.

“Operasional UN Swissindo sudah menyebar ke berbagai daerah termasuk Bali. Jadi kami harapkan masyarakat tidak tergiur mengikuti penawarannya, karena kegiatan yang dilakukan oleh UN Swissindo melanggar hukum dan tidak sesuai dengan mekanisme pelunasan kredit ataupun pembiayaan yang lazim berlaku di perbankan dan lembaga pembiayaan,” tegas Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing, dalam siaran pers di Bali, Rabu (23/3/2017).

Menurut Tongam, UN Swissindo melakukan kegiatan penawaran pelunasan kredit dengan menawarkan janji pelunasan kredit/pembebasan utang rakyat dengan sasaran para debitur macet pada bank-bank, perusahaan-perusahaan pembiayaan maupun lembaga-lembaga jasa keuangan lainnya, dengan cara menerbitkan surat jaminan/pernyataan pembebasan utang yang dikeluarkan dengan mengatasnamakan presiden dan negara Republik Indonesia maupun lembaga internasional dari negara lain.

Para debitur tersebut, dihasut untuk tidak perlu membayar utang mereka kepada para kreditur.

“Modus penawaran ini antara lain mengatasnamakan negara dan atau lembaga negara tertentu, dengan dasar kedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Mencari korban yang terlibat kredit macet dan menjanjikan akan menyelesaikan utangnya dengan jaminan Surat Berharga Negara. Kemudian meminta korban membayarkan sejumlah uang pendaftaran untuk menjadi anggota kelompok atau Badan Hukum tertentu,” jelasnya.

Tidak hanya itu, oknum ini juga meminta korban mencari debitur bermasalah lain untuk diajak bergabung.

Wilayah sebaran Kegiatan UN Swissindo berdasarkan data yang dimiliki Satgas Waspada Investasi, yang terkena dampak kegiatan dari UN Swissindo yaitu Jambi, Cirebon, Tasikmalaya, Purwokerto, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Lampung, Kepulauan Riau, Pekanbaru, Kalimantan Timur, Bali, Tegal, Cianjur, Bandung, dan Sulawesi Selatan.

Wilayah yang paling banyak terkena dampak kegiatan UN Swissindo adalah Jambi dengan nominal Rp 1,3 miliar dari 11 nasabah.

Kemudian Cirebon dengan nominal Rp 4,02 miliar dari 76 nasabah.  Serta Purwokerto dari 25 nasabah dengan nominal Rp 2,8 miliar. (*)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
Follow >>> https://www.instagram.com/tribunbali
Subscribe >>> https://www.youtube.com/Tribun Bali

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help