TribunBali/
Home »

Bisnis

» Makro

Anggota Islamic Development Bank Diajak Berinvestasi di Bali oleh Gubernur

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengajak investor dari negara-negara anggota IDB menanamkan modalnya di Provinsi Bali.

Anggota Islamic Development Bank Diajak Berinvestasi di Bali oleh Gubernur
Humas Pemprov Bali
Wapres Jusuf Kalla, Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur Bali Made Mangku Pastik saat pembukaan acara The 3rd Islamic Development Bank (IDB) Member Countries Sovereign Investments Forum di The Westin Resort, Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (10/4/2017) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Wakil Presiden Republik Indonesia HM Jusuf Kalla membuka The 3rd Islamic Development Bank (IDB) Member Countries Sovereign Investments Forum di The Westin Resort, Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (10/4/2017) malam.

Kepercayaan terhadap Bali yang menjadi penyelenggara event akbar menjadi bahan Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk mengajak investor dari negara-negara anggota IDB menanamkan modalnya di Provinsi Bali.

Saat memberikan sambutan, Gubernur Pastika mengatakan Provinsi Bali saat ini sedang tumbuh pesat, khususnya di bidang pariwisata yang ditunjang oleh kekayaan alam, budaya dan adat yang dipengaruhi agama Hindu.

Menurutnya, masih banyak sektor di Bali yang membutuhkan permodalan seperti pariwisata, bandara, infrastruktur dan olahraga internasional.

"Maret lalu, Bali dikunjungi Raja Salman dari Arab Saudi beserta rombongannya. Bahkan mereka memperpanjang liburannya di Bali selama beberapa hari. Raja Salman akan menjadi promosi yang baik, karena Bali sangat aman dan mudah dicintai," kata Mangku Pastika.

Ia mengatakan, setelah kunjungan Raja Salman dan event tahunan IDB, Bali akan menjadi tuan rumah pertemuan akbar International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia yang rencananya akan dihadiri sebanyak 15 ribu peserta.

Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2018.

Disampaikan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi multiplier effect untuk peningkatan ekonomi di Indonesia.

Hanya saja pembangunan infrastruktur ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah.

Halaman
12
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help