Pemegang Hak Siar Piala Dunia di Bali Minta Pihak Tergugat Sadar

Kuasa hukum PT ISM /Nonbar Wilmar Sitorus, merasa kuat karena surat penghentian penyidikan perkara (Sp3) Polda Bali dinyatakan tidak sah

Pemegang Hak Siar Piala Dunia di Bali Minta Pihak Tergugat Sadar
Tribun Bali/Marianus Seran
Kuasa hukum PT ISM /Nonbar Bali (kiri) Rani Mangunsong, Fredrick Billy, dan Wilmar Sitorus saat memberi keterangan pers di Renon, Rabu (12/4/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gugatan pelanggaran hak siar Piala Dunia tahun 2014 di Bali oleh PT Inter Sport Marketing (ISM) dan anak perusahaannya PT Nonbar Bali selaku pemegang lisensi FIFA terhadap pihak hotel (tergugat) di Bali terus berlanjut.

Kuasa hukum PT ISM dan PT Nonbar Bali terus berjuang menegakkan keadilan atas kerugian yang diderita.

Setelah sukses menggugat sejumlah hotel berbintang (tergugat) di Yogyakarta, dan tergugat harus diputuskan membayar sebesar Rp 2,5 Miliar di Yogyakarta, kuasa hukum PT ISM /Nonbar Wilmar Sitorus, Fredrick Billy dan kawan-kawan kembali fokus menghadapi sejumlah hotel berbintang di Bali.

Kuasa hukum PT ISM /Nonbar Wilmar Sitorus, merasa kuat karena surat penghentian penyidikan perkara (Sp3) Polda Bali dinyatakan tidak sah oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

"Aparat kepolisian (Polda Bali) beberapa waktu lalu yang hentikan penyidikan, kami baru tahu setelah kami dipanggil ke DPRD Bali, ini merupakan intervensi dan tidak sehat dalam tegakkan hukum. Ini sudah kami proses praperadilan (terhadap Sp3) di PN Denpasar, diputuskan hakim tunggal, penghentian Sp3 itu tidak sah. Mohon kepada penyidik, dibuka kembali (kasus pelanggaran hak siar Piala Dunia 2014), " kata Wilmar Sitorus, kepada awak media dalam jumpa pers di Renon Denpasar, Rabu (12/4/2017) siang.

Dia menjelaskan, karena ini delik aduan, sah- sah saja, karena PT ISM /Nonbar Bali juga mengenal adanya restorasi justice (pendekatan tercipta keadilan antara penggugat dan tergugat).

"Jadi hotel-hotel (tergugat) yang mau berdamai sebelum kami penjerakan dalam tanda kutip, proses hukum seperti di Jogja, monggo (silahkan) kami bukakan pintu kesempatan. Ini hanya sekali saja pernyataan kami. Kalau tidak kami biarkan supaya penyidik tuntaskan sebagaimana penyidik Polda DIY akhiri di Pengadilan Negeri DIY, divonis penjara, karena melakukan tidak pidana melanggar hak cipta," kata Wilmar Sitorus.

Sementara itu, kuasa hukum lainnya, Fredrick Billy berharap hotel hotel (tergugat) sadar, dan ingin memenuhi kewajiban mereka seperti sejak awal menggelar nonbar Piala Dunia 2014.

"Sampai Piala Dunia tahun berapa pun tetap kami ikut (proses hukum kasus saat ini) . Karena tidak ada kedaluarsa kasus ini, " kata Billy.

Billy menambahkan, pihaknya sudah melakukan lakukan upaya hukum, juga melakukan pendekatan secara baik tapi pihak hotel di Bali mengabaikan.

Halaman
12
Penulis: Marianus Seran
Editor: I Gusti Agung Bagus Angga Putra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help