TribunBali/
Home »

News

» Jakarta

Dibalik DP Rumah Nol Rupiah yang Bikin Orang Ingin Punya KTP Jakarta

Banyak sekali berseliweran unggahan bernada, “Pindah KTP Jakarta ah..”

Dibalik DP Rumah Nol Rupiah yang Bikin Orang Ingin Punya KTP Jakarta
kontan.co.id
Ilustrasi perumahan 

Tetapi, kebijakan Pemprov nanti oleh Mas Anies dan Bang Sandi disarankan ke vertical housing.

Ini kan kayak program beasiswa. Beasiswanya dikasih oleh pemerintah. Universitasnya cari sendiri.

Tetapi pemerintah juga bikin universitas yang bagus di dalam negeri. Sama. Pembiayaannya dibantu oleh Pemprov. Rumahnya silakan cari sendiri, tetapi harus sesuai kriteria.

Tetapi Pemprov juga bangun rusun untuk tambah stok rumah. Intinya, Pemprov itu mendukung program rumah FLPP pemerintah pusat di Jakarta. Skemanya, kami tambahkan lagi dengan DP Nol Rupiah itu.

KCM: Apa bedanya dengan FLPP?

Adham: Bedanya ya ada skema tabungan minimal 6 bulan itu. Masalahnya kan banyak orang bisa bayar cicilan, tetapi susah bayar DP-nya.

Kalau sudah bisa bayar DP, kadang mentok di BI checking, terutama masyarakat berpendapatan rendah (MBR), karena dia lewat bayar cicilan motor lah, kipas angin lah, apalah.

Tetapi, bukan karena dia tidak mampu. Tetapi kalau MBR ya mungkin karena lupa atau telat saja. Kita justru mempermudah dengan harus menabung minimal 6 bulan itu.

Di sana kita seleksi, melihat kemauan dan kemampuan bayar orang itu. Sama kayak beasiswa kan. You bisa dapat beasiswa tetapi harus IELTS berapa, TOEFL berapa, ya kan?

Bedanya lagi, kita akan ada Badan Layanan Umum (BLU) Perumahan Rakyat khusus di Jakarta. Nah itulah makanya di skema ada BLU Perumahan Rakyat.

BLU ini nanti yang juga bantu penyediaan dan pengelolaan unit rumah subsidinya. Di program 100 hari, ada target bikin BLU ini. Ini yang sedang saya susun ‘how to create’.

Lalu, percakapan pun berakhir...

Kesimpulannya, program DP Nol Rupiah masih ada di ‘dapur’ Anies-Sandi. Belum "digoreng" matang untuk segera disajikan secara hangat dan utuh untuk masyarakat yang sudah lapar menanti.

Kita yang sudah lapar, mari ganjal dulu dengan pisang goreng dan secangkir kopi pagi ini...(Estu Suryowati)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help