Berita NTB

Jaga Kebersihan, Kurangi Resiko Bencana

Momen ini akan menjadi ajang berbagi pengalaman yang efektif bagi para praktisi di lapangan.

Jaga Kebersihan, Kurangi Resiko Bencana
Istimewa
Kunjungan kerja Pendiri Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) Iskandar Leman, Kamis (20/4/2017). 

TRIBUN-BALI.COM - Sebagai salah satu daerah yang memiliki kerawanan bencana yang cukup tinggi, Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH, M. Si mengapresiasi dipilihnya NTB sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Nasional Penanggulangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas ke-13 yang dijadwalkan akan diselenggarakan bulan September 2017 mendatang.

Momen ini akan menjadi ajang berbagi pengalaman yang efektif bagi  para praktisi di lapangan.

Apresiasi itu disampaikan Wagub Muh. Amin saat menerima kunjungan kerja Pendiri Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) Iskandar Leman, di ruang kerjanya, Kamis (20/4/2017).

Ia datang didampingi Kepala BPBD NTB, H. Muhammad Rum untuk melaporkan persiapan konferensi yang akan menghadirkan peserta dari seluruh Indonesia.

Wagub meminta  MPBI agar menyiapkan acara tersebut baik, melalui koordinasi yang intens dengan seluruh stakeholder di pusat maupun didaerah.

Ia menegaskan penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan multi pihak.

“Bukan hanya pasca bencana tetapi sebelum terjadinya bencana dengan mengelola SDA, seperti menjaga kebersihan sungai dan menjaga kelestarian hutan," ujarnya.

Mengingat  NTB baru saja mengalami bencana banjir di Pulau Sumbawa, tentu saja informasi yang akan dibagikan pada acara tersebut menjadi masukan yang luar biasa bagi masyarakat dan pemerintah NTB.

"Bencana alam memang sulit dihindari, tetapi dengan menjaga kebersihan bisa mengurangi resiko bencana dan bahkan dapat mencegah terjadinya bencana dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan," tandasnya. 

Sementara itu, Iskandar Leman melaporkan bahwa tema yang diangkat pada Konferensi tahun ini adalah bagaimana tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) berbasis komunitas.

"Jika tahun sebelumnya yang memberikan pemaparan para ahli, tahun ini kami ingin melibatkan masyarakat untuk membagikan pengalamannya dalam mengelola SDA agar tidak merusak alam," ujarnya. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help