Home »

Bali

Pengaduan Tertulis Tindakan Asusila Pejabat Kemenag Badung Diduga Buntut Kekecewaan

Menurut Arya, masalah ini muncul diduga sebagai buntut kekecewaan sejumlah pegawainya.

Pengaduan Tertulis Tindakan Asusila Pejabat Kemenag Badung Diduga Buntut Kekecewaan
Tribun Bali/AA Gde Putu Wahyura
Kepala Kemenag Badung, I Nyoman Arya memberikan klarifikasi di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Kamis (20/4/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sebuah surat pengaduan tertulis yang ditandatangani puluhan pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali.

Surat tersebut berisi pengaduan dua oknum pejabat Kemenag Badung, I Nyoman Arya (NA) dan NSK, yang diduga melakukan perbuatan asusila di kantor setempat.

Baca: Dituduh Selingkuh, Kepala Kemenag Badung Klarifikasi Hoax Tindakan Asusila di toilet Kantor

Namun Arya membantah tuduhan tersebut.

Kamis (20/4/2017) siang kemarin, Arya yang merupakan Kepala Kemenag Badung dan NSK yang disebut menjabat sebagai kepala seksi, telah memberikan keterangan dan klarifikasinya kepada Kakanwil Agama Provinsi Bali, I Nyoman Lastra.

Menurut Arya, masalah ini muncul diduga sebagai buntut kekecewaan sejumlah pegawainya.

Dikatakannya, banyak pegawai tidak terima ketika dirinya melakukan pemutasian pegawai di Kemenag Badung.

Selain itu kekecewaan ini juga karena pihaknya tidak mencairkan tunjangan kinerja karena memang ada pegawai yang tidak bekerja.

Selain itu Kemenag Badung juga menurunkan pegawai menjadi staf, dari penyuluh agama menjadi staf, dan hal ini ini sedikit menjadi kekisruhan dari pegawai.

“Kalau kita mencairkan (tunjangan kinerja) salah, kalau ga mencairkan dianggap salah oleh yang berkepentingan. Memang kita mendisiplinkan pegawai, kalau meninggalkan kantor dipotong, pulang duluan dipotong, ini pegawai menjadi terkejut. Padahal ini bukanlah kepentingan pribadi saya melainkan memang karena aturan tidak memperbolehkan,” ungkapnya.

Untuk mengembalikan namanya, ke depan Arya akan berhati-hati dalam bersikap.

Langkah terdekat yang diambilnya adalah mengembalikan dahulu jabatan pegawai seperti semula dan membersihkan isu hoax yang berkembang.

“Sekarang yang namanya pembinaan malam kami tak libatkan pegawai wanita. Karena kan di sana celahnya, makanya terus terang kami cut (keterlibatan wanita),” ujar Arya, yang datang ke Kanwil Agama memakai pakaian adat. (*)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
Follow >>> https://www.instagram.com/tribunbali
Subscribe >>> https://www.youtube.com/Tribun Bali

Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help