TribunBali/

Awas! Sepeda Motor Seperti Ini Bisa Bikin Kebakaran Di SPBU

Sayangnya masih cukup banyak penggunaan kendaraan bermotor yang tidak standar terutama di daerah-daerah.

Awas! Sepeda Motor Seperti Ini Bisa Bikin Kebakaran Di SPBU
Http://Sarinform.Com
Ilustrasi kebakaran sepeda motor 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kebakaran sepeda motor di lingkungan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kerap terjadi.

Kebanyakan hal ini disebabkan oleh faktor motor yang tidak dalam kondisi standar.

Salah satu kasus paling baru adalah di SPBU milik Pemkot Salatiga, Jawa Tengah, pada hari Minggu pagi (23/4/2017).

Akibat percikan api yang keluar dari knalpot modifikasi seorang konsumen menyambar truk yang sedang mengisi bahan bakar, akhirnya menyulut terjadinya kebakaran. 

Ada dua pengertian untuk motor yang tidak dalam kondisi standar, yakni yang sudah dimodifikasi sistem knalpotnya serta motor yang kurang perawatan.

Vice Presiden Fuel Marketing Pertamina Afandi, menjelaskan bahwa kedua kriteria motor tersebut sangat rawan menjadi pengantar kebakaran.

"Biasanya saat motor isi bensin sampai luber atau keluar tangki akan merambat ke bagian lain. Ini berbahaya untuk motor yang kurang perawatan, seperti busi yang tidak dilengkapi sambungan, atau kena ke sambungan kabel yang tidak terbungkus dengan baik. Otomatis saat akan mengidupkan mesin ada percikan yang terjadi," papar Afandi saat dihubungi Otomania, Senin (24/4/2017).

Saat percikan terjadi, lanjut Afandi, ditambah dengan adanya udara dan bahan bakar yang cukup otomatis langsung terbentuk reaksi kimia yang membuat timbulnya api.

Sedangkan untuk motor yang tidak standar maksudnya lebih ke modifikasi pada sistem pembuangan alias knalpot.

Afandi mengatakan, penggunaan knalpot yang tidak standar saat digas akan membawa percikan api dari ruang bakar, hal ini cukup berbahaya saat menghidupkan di SPBU.

"Beberapa kasus lebih sering ke faktor knalpot tanpa saringan yang suaranya keras, atau sudah tidak standar lagi. Jadi saat ada akumulasi udara dan bahan bakar sudah cukup, lalu ada percikan dari ruang bakar terbawa keluar melalui lubang knalpot maka hal tersebut bisa memicu terjadinya api dan kebakaran," kata Afandi.

Menurut Afandi, pihaknya sudah mencoba untuk mengantisipasi untuk menghindari percikan di area SPBU.

Namun sayangnya masih cukup banyak penggunaan kendaraan bermotor yang tidak standar terutama di daerah-daerah.

"Kita sudah punya standar operating procedure (SOP) di semua SPBU. Tapi di sisi lain kita juga tidak bisa mengindari bila ada konsumen yang membeli dengan kondisi mobil atau motor dengan kriteria tadi. Namun biasanya petugas di SPBU akan meminta untuk tidak menghidupkan kendaraan dekat dengan dispenser," ucap Afandi. (*)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
Follow >>> https://www.instagram.com/tribunbali
Subscribe >>> https://www.youtube.com/Tribun Bali

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help