TribunBali/

CITIZEN JOURNALISM: Sampah Berserakan di Area Pura Besakih

Pemedek belum bisa mengendalikan 'keringanan' tangannya untuk melempar sampah di sembarang tempat.

CITIZEN JOURNALISM: Sampah Berserakan di Area Pura Besakih
Luh De Dwi Jayanthi

Oleh: Luh De Dwi Jayanthi

TRIBUN-BALI.COM - Pagi ini saya dan keluarga sembahyang ke Pura Besakih.

Parkir kendaraan susah dan penuh sesak, Senin (24/4/2017).

Pemedek tumpah ruah bersembahyang ke pura terbesar di Bali ini.

Sepanjang perjalanan menuju pura terlihat sampah berserakan. Apakah tidak ada petugas kebersihan yang bekerja? pikir saya.

Namun setelah saya usai sembahyang dan menikmati lungsuran di taman pura, saya pun tergugah. Saya pinjam ponsel milik adik untuk mengambil gambar sampah yang berserakan di sekitaran pura. Tapi apa yang saya lihat, oh itu ada petugas kebersihan.

Saya bertanya kepada Wayan, ibu paruh baya yang berada di sebelah tumpukan sampah. Ia mengatakan jumlah sampah tiga hari terakhir ini meningkat, Wayan dan rekannya mengaku kewalahan.

Jumlah petugas DKP ada 30 orang, sehari dibagi tiga shift masing-masing 8 tenaga kerja, bekerja dari pukul 07.00-16.00 Wita.

Tapi hari ini, tidak ada shift, semua bekerja. Ada yang bertugas di areal pura di atas, tengah dan bawah. Namun kenapa sampah tetap banyak? Wayan mengaku untuk membawa sampah ke truk harus manual dengan bantuan keranjang. Jaraknya sekitar 1 kilometer menuju truk, kata rekan Wayan.

Truknya tidak bisa masuk ke lokasi pengumpulan sampah karena parkir yang membludak. Menurut Nyoman, petugas yang memikul sampah dengan keranjang itu, jumlah sampah capai 10 truk DKP selama tiga hari libur kemarin (22-24 April 2017).

Seketika saya berpikir, berserakannya sampah ini karena beberapa faktor.

Pertama, pemedek itu belum bisa mengendalikan 'keringanan' tangannya untuk melempar sampah di sembarang tempat. Pikirannya belum terbuka tentang dampak dari buang sampah sembarangan dan pola konsumsi produk dengan kemasan sekali pakai buang.

Pemedek juga merasa sudah lelah dengan kepenatan dari mencari parkir hingga menuju pura. Dapat membuat mereka malas mencari tempat sampah. Padahal bisa ditaruh sementara di kantong atau tas. Bukan?

Halaman
12
Editor: I Gusti Agung Bagus Angga Putra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help