TribunBali/

Kasus Pelajar Tewas Kesetrum di Lapangan Puputan, Polisi Periksa 24 Saksi!

Pelajar kelas 2 SMP, Rendi Rizaldy (13) tewas kesetrum Air Minum Otomatis (AMO) milik PDAM Denpasar pada 13 April lalu

Kasus Pelajar Tewas Kesetrum di Lapangan Puputan, Polisi Periksa 24 Saksi!
Istimewa
Orangtua korban begitu terpukul ketika melihat kondisi korban di rumah sakit. Rendi kesetrum hingga tewas di di tempat peminuman umum PDAM Lapangan Puputan Denpasar, Kamis (13/4/2017) sekira pukul 16.50 Wita. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- ‎Pelajar kelas 2 SMP, Rendi Rizaldy (13) tewas kesetrum Air Minum Otomatis (AMO) milik PDAM Denpasar pada 13 April lalu.

Kasus ini pun masih terus diselidiki Satreskrim Polresta Denpasar. 24 saksi sudah diperiksa baik dari pihak PLN dan PDAM.

Kapolresta Denpasar, Kombespol Hadi Purnomo ‎menyatakan, ‎Satreskrim Polresta Denpasar sudah melakukan pemeriksaan 24 orang saksi dari pihak PLN dan PDAM.

Untuk itu, pihaknya pun akan segera melakukan penyidikan untuk PT Global selaku penyedia barang dan juga untuk korban yang pernah kesetrum di AMO Lapangan Puputan Badung.‎

"Kami akan segera memanggil saksi lainnya (mahkota)," ucap Hadi, ‎Selasa (2/5/2017) kepada Tribun Bali.

‎Untuk diketahui, Rendi Rizaldi meregang nyawa setelah kesetrum AMO milik PDAM Kota Denpasar di Lapangan Puputan Badung, Kamis (13/4/2017) sekitar pukul 16.50 Wita lalu.

Selain Rendi, beberapa warga melapor bahwa ada kejadian kesetrum, meski tidak berakibat fatal seperti Rendi. Atas kondisi ini kepolisian telah memeriksa kesaksian Direktur Teknis PDAM Kota Denpasar, I Putu Yasa dan pihak PLN, namun belum ada hasil. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help