TribunBali/
Home »

Video

Kepala BPOM RI Cabang Denpasar Waspadai Ancaman Bioterorism

Kepala BBPOM Denpasar, Endang Widowati mengatakan pihaknya menemukan empat jenis jajanan berbahaya

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K. Lukito, didampingi Kepala BPOM Cabang Denpasar Endang Widowati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Agung Desa Adat Peninjoan, Peguyangan Kangin, Denpasar, Bali,  Jumat (5/5/2017).

Selain itu turut mendampingi lainnya yakni Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Wayan Gatra.

Sidak ini dilakukan BPOM RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

“Sekarang juga sudah ada Instruksi Presiden No.3 Tahun 2017 itu instruksi khusus dari Presiden. Untuk tugas dan kewenangan masing-masing yang terkait dengan pengawasan obat dan makanan,” jelas Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito.

Ia menambahkan dalam hal ini pihaknya datang sidak ke pasar mengecek pangan yang ada di Pasar.

“Sekarang ini modus dari kejahatan siapa pun yang ingin merusak bangsa kita ini itu bisa datang dari pangan,” tuturnya.

Lebih lanjut Penny menyampaikan teror Bioterorism sudah bisa masuk sekarang ini.

“Itu yang mesti kita waspadai,” tegasnya.

Hal itu yang menjadi concern dari BPOM saat ini.

Kepala BBPOM Denpasar, Endang Widowati mengatakan pihaknya menemukan empat jenis jajanan berbahaya yang diduga mengandung zat pewarna tekstil.

"Dari 20 jenis jajanan dan makanan yang kami ambil sampelnya ada empat jenis jajanan yang positif mengandung pewarna tekstil atau Rhodamin B yang sangat berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi," jelas Endang.

Menurutnya, keempat jenis jajanan itu yakni kue matahari, apem ada dua jenis dan kue lapis.(*)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
Follow >>> https://www.instagram.com/tribunbali
Subscribe >>> https://www.youtube.com/Tribun Bali

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help