TribunBali/
Home »

Bali

Ayah Suka Tajen Ditangkap di Kamar Kos, ‘Anak Saya Kemarin Menangis Karena Saya Ditahan’

Kini, I Wayan Sudiarta alias Jubir (47), harus mendekam di balik jeruji besi tahanan Polres Klungkung, Bali.

Ayah Suka Tajen Ditangkap di Kamar Kos, ‘Anak Saya Kemarin Menangis Karena Saya Ditahan’
Tribun Bali / Eka Mita Suputra
Tersangka I Wayan Sudiarta alias Jubir saaat digelandang di Polres Klungkung, Jumat (5/5/2017). Jubir ditangkap karena terbukti memiliki memiliki 0,94 gram sabu di kamar kosnya. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kini, I Wayan Sudiarta alias Jubir (47), harus mendekam di balik jeruji besi tahanan Polres Klungkung, Bali.

Pria yang dahinya dijejeali tato tersebut ditangkap Satnarkoba Polres Klungkung atas kepemilikan narkoba jenis sabu yang ia simpan di kamar kos di kawasan BTN Satra, Klungkung.

"Saya pakai sendiri, beli seharga Rp 1,5 juta dan saya pecah jadi enam bungkus, biar saya  bisa pakai dua kali sehari," jawab Jubir, Jumat (5/5/2017).

Pria yang tinggal di Kelurahan Semarapura Kelod Kangin tersebut, mengaku membeli sabu di Denpasar.

Namun Jubir berdalih tak kenal dengan orang yang menjual sabu kepadanya.

Ia memesan sabu-sabu melalui saluran telepon, dan diambil dengan sistem tempel di beberapa pepohonan di kawasan Desa Kusamba, Dawan, Klungkung.

"Saya menyesal. Saya tidak lagi menggunakan barang itu. Anak saya kemarin terus menangis karena saya ditahan," kata ayah dua anak yang kesehariannya bekerja sebagai penyelenggara tajen (judi sabung ayam) tersebut.

Jubir ditangkap polisi, Rabu (3/3/2017) sekitar pukul 13.00 Wita.

Penangkapan terhadap tersangka berawal dari adanya informasi Direktorat Narkoba Polda Bali, bahwa Jubir masuk dalam jaringan peredaran narkoba di Klungkung.

Setelah melakukam serangkaian penyelidikan, diketahui Jibir menyimpan barang terlarang itu di sebuah kamar kost di BTN Satra.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help