TribunBali/
Home »

Bali

Begini Rencana Pembangunan Zona Komersial di Teluk Benoa

Dari informasi yang ia dapat, saat ini pihak Pelindo III sedang mengurus pensertifikatan lahan-lahan yang belum ada hak miliknya itu.

Begini Rencana Pembangunan Zona Komersial di Teluk Benoa
Tribun Bali / I Nyoman Mahayasa

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebelum seluruh anggota diberikan kesempatan beragumentasi terhadap rencana pengembangan Pelabuhan Benoa, Bali, Ketua Komisi I DPRD Denpasar, Ketut Suteja Kumara, mempresentasikan hasil pertemuan-pertemuannya dengan pihak Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan dengan Pelindo III.

Suteja menyampaikan gambaran umum rencana induk pelabuhan (RIP) Benoa jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang.

Dalam pemaparan Suteja itu, terungkap zona-zona komersial yang nantinya bakal dibangun akomodasi untuk wisatawan, seperti hotel, restoran, apartemen, dan pusat perniagaan.

Baca: Dewan Kota Waspada Dan Diminta Hati-Hati Soal Aktivitas Reklamasi Di Teluk Benoa

“Nah dalam zona komersial inilah, kami sebelumnya ditawarkan kerjasama lahan seluas 4,8 hektare, yang kemudian menjadi 6,6 hektare. Setelah kami godok lagi, kita juga ditawarkan kerjasama di lahan sebelah kelenteng seluas 5,5 hektare,” kata Suteja, Jumat (5/5/2017). 

Sisanya, Suteja menyampaikan rencana-rencana hibah menghibahkan, antara lahan yang sedang dan akan dikuasai Pelindo kepada Pemkot Denpasar.

Hanya saja, semua yang dipresentasikan masih bersifat semu, alias belum pasti karena belum adanya kesepakatan resmi.

Di luar itu, Suteja yang sempat beberapa kali melakukan rapat tertutup dengan pihak penyelenggara Pelabuhan Benoa menyampaikan usulannya terkait dengan pengembangan pelabuhan, dan terkait dengan “barter” yang diharapkan untuk Kota Denpasar.

Pertama, apabila dalam aturan ada ketidaksesuaian khususnya tentang Perda RTRW, dan master plan RIP maka hal ini diminta agar disinkronkan terlebih dahulu agar tidak ada pelanggaran atas peraturan perundangan-undangan.

Kedua, Suteja sempat menyampaikan usulan agar tanah/daratan yang berada di zona komersial yang luasnya diperkirakan 6,6 dan 28 hektare (dalam zona RIP), agar pemanfaatan kerjasama komersialnya memprioritaskan Pemerintah Kota Denpasar.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help