TribunBali/

Tip Sehat untuk Anda

Hati-hati! Jangan Langsung Dikerok saat Merasa Masuk Angin, Akibatnya Bisa Fatal

Dengan kerokan, pembuluh halus (kapiler) di permukaan kulit bahkan pecah dan terlihat sebagai jejak merah di tempat yang dikerok.

Hati-hati! Jangan Langsung Dikerok saat Merasa Masuk Angin, Akibatnya Bisa Fatal
Bangka Pos
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Semua orang pasti pernah mendengar istilah masuk angin. Tapi, apa sebenarnya yang dimaksud?

Sementara tiap orang punya persepsi sendiri, kalangan medis, dokter dan perawat, pun tidak dapat menjelaskannya.

Kalangan sekolahan jarang menggunakan istilah masuk angin.

Mungkin karena logikanya tidak bisa menerima fenomena angin "masuk" ke tubuh.

Mereka biasanya menggunakan istilah lain, yaitu tidak enak badan.

Padahal, kalangan bawah menggunakan istilah yang sama untuk menggambarkan berbagai fenomena yang tergolong tidak enak badan, seperti perut kembung, pegal linu, batuk, pilek, pusing, sakit kepala, demam, meriang, dan lain sebagainya.

Akibatnya, segala ketidakjelasan itu menjadi peluang empuk produsen obat dan jamu antimasuk angin.

Yang tidak menyukai pahitnya jamu akan memilih kerokan atau pijat.

Dengan kedua cara itu banyak orang masuk angin merasa lebih baik. Itu wajar saja.

Dengan dipijat, otot menjadi lemas dan pembuluh darah halus di dalamnya melebar sehingga lebih banyak oksigen dan nutrisi tersedia untuk jaringan otot.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help