TribunBali/
Home »

Bali

Terus Berubah Sejak 2011, Rencana Pengembangan Pelabuhan Benoa Dirasa Banyak Kejanggalan

Sejak 2011 silam, Eko mengaku telah mengikuti perkembangan rencana induk pelabuhan (RIP) Benoa.

Terus Berubah Sejak 2011, Rencana Pengembangan Pelabuhan Benoa Dirasa Banyak Kejanggalan
Tribun Bali / I Nyoman Mahayasa
benoa 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Hampir 80 persen anggota DPRD Kota Denpasar hadir dalam rapat internal membahas rencana pengembangan Pelabuhan Benoa di ruang sidang Kantor DPRD Denpasar, Bali, Jumat (5/5/2017) kemarin.

Wacana reklamasi Pelabuhan Benoa menjadi salah satu topik yang alot dibahas dewan.

Dalam rancangan peta yang dipresentasikan oleh Ketua Komisi I DPRD Denpasar Ketut Suteja Kumara, terlihat pengembangan Pelabuhan Benoa dilakukan secara bertahap.

Pelindo III menyiapkan tiga tahapan, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang di mana pembangunan yang akan dilakukan terus bertambah.

Menanggapi rencana pengembangan Pelabuhan Benoa tersebut, Ketua Komisi III DPRD Denpasar Nyoman Eko Supriyadi yang membidangi masalah pembangunan di Kota Denpasar berkali-kali menegaskan dalam rapat kemarin bahwa masih ada sejumlah kejanggalan-kejanggalan dalam rencana pengembangan Pelabuhan Benoa itu.

Sejak 2011 silam, Eko mengaku telah mengikuti perkembangan rencana induk pelabuhan (RIP) Benoa.

Yang terjadi, sampai sekarang RIP terus berubah-ubah.

“RIP yang diajukan tidak pernah sama dari 2011 lalu. Banyak kejanggalan-kejanggalan di Pelabuhan Benoa itu. Makanya kami harap nanti Pelindo bisa memberikan pemaparan dengan jelas, dan transparan sebelum diputuskan,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Eko Supriyadi menekankan supaya pembangunan pengembangan Pelabuhan Benoa ini tidak sama kasusnya dengan pengembangan Bandara Ngurah Rai.

Di sana, kata Eko, Pemkab Badung sama sekali tidak mendapatkan apa-apa.

“Itu sebabnya kita harus hati-hati. Kota Denpasar harus mendapatkan kontribusi,” tegas Eko.

Suteja menambahkan, pihaknya sangat hati-hati dengan rencana pengembangan Pelabuhan Benoa ini.

Karenanya ia sengaja menyampaikan risalah rapat sebelumnya dengan Pelindo kepada anggota DPRD Denpasar.

"Kami tidak mau terjebak. Kami betul-betul memahami diri, bagaimana kita sebagai masyarakat Denpasar dan Bali pada umumnya, tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan ini. ,Harapan kami betul-betul agar pembangunan ini bisa berkontribusi langsung kepada masyarakat," kata Suteja. (*)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
Follow >>> https://www.instagram.com/tribunbali
Subscribe >>> https://www.youtube.com/Tribun Bali

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help