TribunBali/

Laga Para pemain Legenda Mitra Devata dan Persib Legend , Adu Kuat Roby Darwis dan Bayu Sutha

Mereka tetap menjaga fisik dengan mengatur pola makan dan istirahat. Rata-rata tidur tepat pukul 22.00 Wita.

Laga Para pemain Legenda Mitra Devata dan Persib Legend , Adu Kuat Roby Darwis dan Bayu Sutha
istimewa
POSE - Legenda bola Bali Mitra Devata (kanan) berpose bersama legenda Persib Bandung, Robby Darwis (ketujuh kanan) di Bandung, Sabtu (29/4) lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, BANDUNG - Banyak hal positif yang dilakukan para legenda bola Bali bersama Mitra Devata. Seperti Made Sony Kawiarda, Bayu Sutha, Ida Bagus Mahayasa, dkk yang tergabung dalam komunitas Mitra Devata, di usaianya yang tak lagi muda, mereka tetap bermain bola sebagai hiburan.

Apa yang dilakukan para legenda Bali ini wajib dituru, terlebih soal menjaga semangat dan mempererat persaudaraan. "Resmi" berkumpul kembali di 2015 dengan nama Mitra Devata, mereka tetap setia pada sepakbola untuk menjaga kebigaran fisik.

Bermodal semangat, Mitra Devata baru-baru ini mengawali kiprah silaturahmi bola di tahun 2017 dengan melawat ke Kota Bandung, Jumat (28/4/2017) lalu. Mereka berkunjung untuk bersilahturmami dengan legenda sepakbola Persib Bandung di Jawa Barat, seperti Robby Darwis mantan Kapten Timnas Indonesia, Asep Dayat, Suwita Pata, dan juga Budiman Yunus.

Tak hanya itu, ternyata ada trofeo di Bandung yang diikuti Mitra Devata bersama Maros All Star (kumpulan legenda bola dari Sulawesi Selatan). Mitra Devata menyapu semua pertandingan. Yang mengesankan, yakni fisik dan kebugaran legenda Bali ini tetap terjaga di usia yang rata-rata di atas kepala empat.

Seperti Made Sony Kawiarda (mantan pelatih Persegi dan pemain Niac Mitra), Pasek Alit (Persis Solo) , Bayu Sutha (eks Timnas Indonesia dan Persib Bandung), Purwanto Iman Santoso (UMS Jakarta), Gangga Mudana (eks Persija Jakarta), Komang Mariawan (eks PSPS Pekan Baru), Ida Bagus Mahayasa (eks Gelora Dewata), Made Mutra (Perseden Denpasar), Wayan Kartadnya (eks striker Persegi Gianyar), dkk.

Rata-rata semuanya bermain selama tiga hari. Apalagi, mereka yang tiba di Bandung sore hari, malamnya langsung melakoni pertandingan di lapangan Football Plus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Sony Kawiarda dkk mampu melewati setiap laga dengan hasil kemenangan. Meski terlihat sebagian lawan usia jauh di bawah mereka, tapi justru kecerdikan para pemain usur ini mampu mengalahkan yang muda.

Ada tips di mana mereka bisa tetap bertahan dan bugar, meski bermain dengan sistem trofeo (tiga kali) 30 menit. Mengatur tempo bermain, passing tepat ke kaki rekan tim, menumpuk di area gelandang untuk merebut bola dari lawan, membangun serangan dari lini belakang dari kaki ke kaki hingga tercipta gol.

Akurasi passing dan umpan menjadi nomor satu dari para legenda bola ini. Di usia senja, mereka dilatih untuk tetap menjaga akurasi. Sepanjang laga, tidak terlihat mereka membuat pergerakan yang menguras fisik. Mereka bergerak efektif dan efisien mengandalkan pengalaman dan sentuhan bola yang masih sempurna.

Mereka tetap menjaga fisik dengan mengatur pola makan dan istirahat. Rata-rata tidur tepat pukul 22.00 Wita. Makan tepat waktu dan konsumsi banyak sayuran, ikan, dan daging disesuaikan porsi fisik yang terkuras.

Semisal legenda Bali, Bayu Sutha, tetap menjaga fisik dengan mengonsumsi ala vegetarian, ikan, sedikit daging, dan menghindari nasi putih. Ternyata kunci pola makan dan asupan yang membuat Bayu Sutha tetap bugar hingga sekarang.

Halaman
12
Penulis: Marianus Seran
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help