TribunBali/

Sudah Pakai Kontrasepsi Kok Malah ‘Kebobolan’? Ini Sebabnya

Ketahui apa saja kesalahan yang umum dilakukan dan perlu diperbaiki agar kehamilan yang tidak diinginkan bisa dihindari.

Sudah Pakai Kontrasepsi Kok Malah ‘Kebobolan’? Ini Sebabnya
(Voyagerix)
Ilustrasi kontrasepsi 

TRIBUN-BALI.COM - Tak sedikit pria dan wanita yang mengandalkan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan tak diinginkan.

Sementara itu, tersedia bermacam metode kontrasepsi, mulai dari kondom hingga pil.

Kesalahan penggunaan dan informasi yang tidak tepat dapat membuat "kebobolan" hamil.

Ada beberapa alasan mengapa kontrasepsi sangat penting, salah satunya adalah memberi kebebasan pada individu untuk mengatur kehamilan.

Penelitian di dunia menunjukkan, 77 persen perempuan mengatakan kontrasepsi memberi kesempatan pada mereka untuk lebih memperhatikan diri sendiri dan juga keluarganya.

Perencanaan keluarga yang matang juga mendatangkan kebahagiaan.

Ketahui apa saja kesalahan yang umum dilakukan dan perlu diperbaiki agar kehamilan yang tidak diinginkan bisa dihindari.

1. Lupa jadwal minum pil
Lupa tiga atau lebih pil KB kombinasi (mengandung estrogen dan progestin) bisa menyebabkan wanita lebih subur. Bila ini terjadi, Anda perlu minum pil lagi selama 7 hari berturut-turut dan menggunakan kontrasepsi penunjang seperti kondom selama minggu itu.

Pil yang hanya mengandung hormon progestin perlu diminum setiap hari pada waktu yang sama, bila Anda lupa minum dalam waktu tiga jam segera kontrasepsi kontrasepsi cadangan sebelum 48 jam.

2. Minum pil pada jadwal berbeda
Ada alasan mengapa pil yang mengandung progestin saja perlu diminum pada jadwal yang sama setiap hari. Kandungan aktif di dalamnya tidak tinggal di dalam sistem tubuh cukup lama, biasanya 24 jam. Bila pil ini diminum pada jadwal berbeda, tubuh akan kembali pada kesuburan normalnya dan melepaskan sel telur.

Bila seorang wanita berhubungan seks setelah terlambat minum pil, kemungkinannya untuk hamil lebih besar.

3. Tidak pakai kondom
Kondom akan melindungi infeksi menular seksual dan kehamilan, walau tidak 100 persen.

4. Metodenya tidak tepat
Pil KB adalah metode kontrasepsi yang paling populer. Sekitar 28 persen wanita yang ber-KB menggunakan metode ini, walau tidak semuanya konsisten meminum pil pada jadwal yang sama. Padahal, masih banyak metode KB lain yang lebih praktis dan bertahan lama yang bisa dipilih.

5. Letaknya tidak tepat
Kegagalan pada kontrasepsi IUD (spiral) adalah pemasangan yang tidak tepat. Bila pemasangannya tidak pas, misalnya di depan atau belakang rahim, kehamilan bisa tetap terjadi. Untuk itu kontrol rutin wajib dilakukan agar posisi IUD tetap pas. (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help