TribunBali/

Tip Sehat untuk Anda

Inilah 9 Alasan Mengapa Vagina Bau

Ada cara untuk menjaga vagina bersih dan bebas bau. Tetapi, kita harus mengetahui apa yang menyebabkan vagina bau.

Inilah 9 Alasan Mengapa Vagina Bau
Tribun Lampung
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Bau vagina kadang-kadang mengerikan, bahkan kadang-kadang membuat si empunya kaget, dan tentu saja, pasangannya.

Ada cara untuk menjaga vagina bersih dan bebas bau. Tetapi, kita harus mengetahui apa yang menyebabkan vagina bau.

Inilah 9 alasan mengapa vagina bau.

* Pencucian vagina. Masalah ini sering menjadi perdebatan. Banyak yang percaya bahwa pencucian vagina dapat membantu mencegah infeksi vagina, tetap bersih, dan aman. Tetapi, orang sering mengeluhkan bau vagina yang buruk pasca penggunaannya. Menurut sebuah penelitian, sebaiknya untuk mencegah vagina bau jangan menggunakan pencucian vagina (vagina douching) ini.

* Penyakit menular seksual. Bau vagina bukan satu-satunya alasan. Mungkin ada pengeluaran cairan yang tidak biasa seperti putih, abu-abu, atau kekuningan dengan nyeri buang air kecil dan saat berhubungan seks. Ini adalah tanda-tanda klasik dari penyakit menular seksual, yang membutuhkan perhatian medis.

* Bakteri vaginosis. Infeksi bakteri ini menyebabkan bau amis bersama dengan kemerahan, gatal, dan sensasi terbakar di vagina. Namun, tidak semua wanita yang menderita kondisi ini mengeluh tentang bau sehingga gejala lainnya harus diperhitungkan.

* Pengeluaran berat. Sedikit jumlah keputihan adalah normal. Namun, jika Anda merasa gatal, lalu celana sering basah, nyeri buang air kecil dengan bau busuk yang sangat, ini adalah situasi yang mengkhawatirkan karena bisa berarti timbulnya penyakit menular seksual atau kondisi kesehatan lainnya.

* Keringat berlebihan. Terlalu banyak keringat pada vagina akan membuat vagina bau kecuali Anda mencobanya untuk tetap bersih.

* Makanan. Makanan terbantu dengan bau yang kuat seperti cabai, lada, atau bawang merah dan bawang putih bisa menimbulkan bau pada vagina. Namun, tidak ada cukup penelitian untuk membuktikan fakta ini. Biasanya, wanita yang mengonsumsi terlalu banyak makanan pedas mengeluh tentang bau vagina.

* Menstruasi. Menggunakan tampon atau pembalut terlalu lama dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri dan mengganggu keseimbangan pH di daerah vagina, yang akan menyebabkan bau yang buruk.

* Penyakit lain. Meskipun tidak selalu, tetapi bau busuk pada vagina juga bisa menjadi tanda kanker seperti kanker serviks. Sebaiknya periksakan diri ke dokter kandungan.

* Perubahan hormon. Kehamilan, menyusui, dan menopause, adalah saat-saat dalam kehidupan seorang wanita yang mengarah pada perubahan hormonal. Ini bisa mengakibatkan fluktuasi keseimbangan pH vagina dan menyebabkan sejumlah infeksi dengan bau yang tidak sedap. Kadang-kadang masalah itu menetap dan memerlukan intervensi medis.

Nah itu tadi 9 alasan mengapa vagina bau. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help