TribunBali/
Home »

Bali

Pencairan Dana Hibah Dipersulit, Anggota DPRD Tabanan Geram!

Mereka geram karena masyarakat yang menjadi konstituennya harus bolak-balik untuk memperbaiki proposal.

Pencairan Dana Hibah Dipersulit, Anggota DPRD Tabanan Geram!
Tribun Bali/ I Made Argawa
Rapat paripurna intern di DPRD Tabanan. Rapat tersebut sempat terhenti sejenak karena anggota Dewan menyampaikan keluhan terkait bansos yang sulit dicairkan oleh masyarakat. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Kalangan DPRD Tabanan sempat mengeluhkan hibah bantuan sosial (Bansos) yang belum cair.

Hal itu disampaikan saat digelarnya rapat Paripurna intern di kantor DPRD Tabanan pada Senin (15/5/2017).

Mereka geram karena masyarakat yang menjadi konstituennya harus bolak-balik untuk memperbaiki proposal.

Mereka ingin mengetahui standar proposal pengajuan hibah agar tidak sampai menyulitkan masyarakat.

Keluhan diawali oleh anggota DPRD Tabanan asal Pupuan, I Gede Purnawan.

Purnawan mengaku banyak mendapat keluhan dari warga sulitnya mengurus proposal.

“Masyarakat harus bolak balik mengurus untuk memperbaiki proposal yang salah dan itu tidak satu kali,” ungkapnya.

Politisi PDIP asal Desa Padangan, Pupuan itu menyebutkan, bukan hanya sekali mereka harus datang ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) untuk memperbaiki proposal.

Namun tetap saja ada yang salah. Juga dipertanyakan dalam forum kenapa berbeda dengan sebelumnya, pengurus bantuan sangat lancar dan masyarakat tidak dipersulit.

Sementara saat adanya OPD baru sangat sulit dan berbelit-belit.

Halaman
123
Penulis: I Made Argawa
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help