TribunBali/

Menantu Diperkarakan Oleh Mertua Yang Guru Besar UGM, Penyebabnya Bikin Geleng-Geleng Kepala

Tangisan Nyayu Putri pecah usai mendengar dakwaan terhadap kasus yang menimpanya.

Menantu Diperkarakan Oleh Mertua Yang Guru Besar UGM, Penyebabnya Bikin Geleng-Geleng Kepala
Kompas.com
Ilustrasi pengadilan dan persidangan 

TRIBUN-BALI.COM, SLEMAN - Tangisan Nyayu Putri pecah usai mendengar dakwaan terhadap kasus yang menimpanya.

Ibu muda itu tidak menyangka, langkahnya untuk membawa putri semata wayangnya beserta barang-barang yang berada di kamarnya mengantarkannya ke jeratan hukum.

Dalam dakwan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Siti Makmurah Nurul Chamidiah di PN Sleman, Senin (15/5/2017) kemarin, kasus terjadi pada 16 Maret 2016 silam itu berawal ketika Nyayu Putri yang baru mengurus proses perceraian, berniat pergi dari rumah mertua yang selama ini ditinggalinya.

Niat hati membawa box bayi, kasur dan AC untuk memberi kenyamanan pada putrinya, mertuanya yang merupakan guru besar yakni UGM Prof Dr Bambang Rusdiarso DEA justru melaporkan tindakan Nyanyu ke polisi.

Alhasil, atas laporan pengaduan tersebut, Nyayu Putri harus menjalani proses hukum.

"Saya sampaikan maaf jika harus pergi dari rumah. Tetapi harus melewati proses hukum seperti ini tidak adil karena menghambat saya bekerja dan menghidupi putri saya," kata Nyanyu terisak.

Meski demikian JPU, tetap mendakwanya dengan tuduhan pencurian dalam rumah tangga, dengan dalil telah sengaja mengambil barang milik orang lain secara melawan hukum dalam ikatan keluarga yang masih serumah.

Dan menyatakan bahwa sang guru besar yang sebagai pihak pelapor dalam kasus ini merasa dirugikan oleh menantunya sebesar Rp 8,25 juta.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 362 KUHP Jo Pasal 367 ayat (2) KUHP," kata Jaksa Nurul.

Sementara Nyanyu mengatakan, dari sepengetahuannya, barang-barang itu adalah pemberian suaminya, namun ternyata barang itu dibeli oleh mertuanya.

Kuasa Hukum Nyayu Putri dari LBH Yogyakarta, Anasa Wijaya mengaku menyayangkan kasus tersebut hingga berlanjut ke pengadilan.

Alasannya pasal pencurian dalam rumah tangga adalah delik aduan yang semestinya bisa diselesaikan secara bijaksana dengan pencabutan laporan.

"Kami sayangkan pelapor bersikukuh untuk tidak memberi ruang mediasi sehingga kasus ini sampai masuk pengadilan. Dan yang pasti kami juga akan melakukan eksepsi terhadap dakwaan," tandasnya. (mon)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help