TribunBali/

Sang Pacar Diajak Jalan-jalan, Tiga ABG Keroyok dan Bacok Jihan!

Karena terbakar api cemburu, seorang anak baru gede (ABG) menjadi otak pengeroyokan pemuda di Kota Bekasi, Minggu (14/5/2017) dini hari

Sang Pacar Diajak Jalan-jalan, Tiga ABG Keroyok dan Bacok Jihan!
Istimewa
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, BEKASI - Karena terbakar api cemburu, seorang anak baru gede (ABG) menjadi otak pengeroyokan pemuda di Kota Bekasi, Minggu (14/5/2017) dini hari.

Tersangka berinisial KA (17) lalu merancang pengeroyokan terhadap korban, Jihan Rusdianto (19), karena kesal pujaan hatinya, YA (14), sempat diajak berkencan.

Pengeroyokan itu terjadi di sebuah taman di depan SD YPI 45, Jalan Cut Meutia, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Saat itu, KA bersama tiga rekannya berinisial MA (15), TS (16), dan GL (15) mengajak Rusdi berduel di sebuah taman.

Rusdi lalu menerima ajakan KA untuk berduel dengan tangan kosong di taman. Melihat KA kalah berduel dengan korban, diam-diam MA membacok pinggang kanan korban menggunakan sebuah celurit. TS dan GL juga ikut mengeroyok korban menggunakan tangan kosong.

"Melihat korban terjatuh, para pelaku bergegas melarikan diri. Saat itulah korban berusaha bangkit ke RS Mitra Timur untuk meminta bantuan, yang saat itu dekat dengan lokasi pengeroyokan," ungkap Kapolsek Bekasi Timur Komisaris Susgarwanto, Minggu.

Susgarwanto mengatakan, pihak rumah sakit yang menangani Rusdi langsung melaporkan hal ini ke Polsek Bekasi Timur. Anggota kemudian bergegas ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

"Dari penyelidikan itu terungkap identitas para pelaku. Kami langsung melakukan pengejaran di rumahnya di daerah Rawalumbu, Kota Bekasi," jelas Susgarwanto.

Meski bergerak cepat, penyidik hanya berhasil mengamankan KA dan MA. Sedangkan TS dan GL masih buron.

"Dari tangan MA, penyidik mengamankan barang bukti berupa sebilah celurit yang dipakai untuk melukai korban," imbuhnya.

Kanit Reskrim Polsek Bekasi Timur AKP Kasran menambahkan, korban masih mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Meski begitu, kondisinya sadar dan bisa dimintai keterangan oleh penyidik.

"Kondisinya membaik dan sedang ditangani oleh tim medis yang merawatnya," ucap Kasran.

Hasil pemeriksaan polisi, kata Kasran, motif pengeroyokan ini dilatarbelakangi rasa cemburu KA. Siswa kelas XI SMA swasta itu tidak terima pacarnya, YA, diajak berkeliling menggunakan sepeda motor oleh korban.

"Karena kesal itu, pelaku mengajak korban berduel. Tapi saat kalah berduel, temannya membantu tersangka untuk menganiaya korban," papar Kasran.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 170 KUHP ayat 2 tentang pengeroyokan, yang mengakibatkan korban mengalami luka, dengan hukuman tujuh tahun penjara.

Sedangkan MA juga dikenakan UU Darurat Nomor 12 tahun 1950 tentang kepemilikan senjata tajam/senjata api tanpa izin, dengan hukuman penjara di atas lima tahun. (Fitriyandi Al Fajri)

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help