TribunBali/
Home »

Bali

Adventorial

BP3TKI Denpasar Gelar Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan TKI di Jembrana

Dalam acara yang bertajuk Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan TKI tersebut pihak BP3TKI menginginkan setiap TKI yang memilih keluar Negeri bisa

BP3TKI Denpasar Gelar Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan TKI di Jembrana
Tribun Bali/I Gede Jaka Santhosa
Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Denpasar melangsungkan sosialisasi terkait ketenagakerjaan di Kabupaten Jembrana, Rabu (17/5/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Denpasar melangsungkan sosialisasi terkait ketenagakerjaan di Kabupaten Jembrana, Rabu (17/5/2017).

Dalam acara yang bertajuk Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan TKI tersebut pihak BP3TKI menginginkan setiap TKI yang memilih keluar Negeri bisa menjadi TKI yang handal, aman dan nyaman dalam bekerja.

Sosialisasi berlangsung di Gedung Kesenian Ir Soekarno sekitar pukul 10.00 Wita.

Selain dihadiri oleh Kepala BP3TKI Denpasar, Ilham Ahmad yang diwakili oleh Kasi Kelembagaan Penempatan, Indra Hardiawan, sosialisasi ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja, Ni Komang Wartini, perangkat Desa/Kelurahan se-Kabupaten Jembrana serta belasan mahasiswa dari Monarch Bali Kabupaten Jembrana.

"Belakangan ini masih marak terjadi penipuan keberangkatan TKI keluar Negeri. Makanya kami gencarkan giat Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan TKI ini ke masing-masing daerah di Bali," ungkap perwakilan BP3TKI Denpasar, Indra Hardiawan kepada Tribun Bali.

Menurutnya, ada sejumlah langkah yang harus diikuti agar menjadi TKI yang aman, nyaman serta handal ketika memilih bekerja di luar negeri.

Pertama yakni memilih jalur keberangkatan melalui Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang resmi atau bukan melalui calo dan wajib profesional dalam bekerja.

Kedua, sebelum berangkat diharapkan untuk melapor dan membuat kartu pencari kerja ke Dinas Tenaga Kerja setempat dan setibanya di negara tujuan segera melapor ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Selain itu, diharapkan mengikuti program asuransi terkait dan segera melaporkan ke KBRI atau Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) jika terjadi permasalahan.

Terakhir, CTKI maupun TKI diharapkan membaca secara seksama dan memahami apa yang tertuang di dalam perjanjian kerja sebelum menandatangani surat kontrak tenaga kerja.

Semua pelaksanaan tersebut tertuang dalam UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di luar negeri.

"Jadi sosialisasi ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada perangkat Desa/Kelurahan yang ada di masing-masing Daerah agar mereka mampu memberikan pelayanan maupun informasi kepada warganya yang hendak menjadi TKI keluar Negeri," bebernya.

"Khusus untuk TKI yang bekerja sebagai Therapist Spa kini semakin diperketat. Mereka diminta untuk melapor ke Desa/Kelurahan atau Banjar setempat dan membuat pernyataan karena belakangan ini therapist spa ini ternyata tak diizinkan kerja keluar negeri oleh suaminya," pungkas Indra Rabu kemarin. (ADV)

Penulis: I Gede Jaka Santhosa
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help