TribunBali/

Hadapi Persija, WCP Fokus di Lini Pertahanan dan Gelandang

Jelang pertandingan pekan ke-7 Liga I Indonesia, pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro mulai nengutak-atik formasi.

Hadapi Persija, WCP Fokus di Lini Pertahanan dan Gelandang
Tribun Bali/Marianus Seran
Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro memberi arahan seusai latihan game internal di Lapangan Banteng, Seminyak, Kamis (18/5/2017) kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Jelang pertandingan pekan ke-7 Liga I Indonesia, pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro mulai nengutak-atik formasi.

Sejumlah rotasi pemain juga dilakukan pada sesi latihan pagi di Lapangan Banteng Seminyak, Kamis (18/5/2017) kemarin.

Lini bertahan dan gelandang menjadi fokus pelatih asal Cilacap ini. Setelah mengevaluasi pertandingan sebelumnya, Widodo menyiapkan materi pemain yang diturunkan berbeda dengan laga home.

Siapa pemain paling siap, dia yang akan mendapatkan tempat saat laga away kontra Persija Jakarta Minggu (21/5) malam di Stadion Patriot Bekasi.

Lini gelandang, sepertinya menjadi fokus karena dalam laga itu minus Marcos Flores.

Marcos kabarnya tidak masuk gerbong ke Persija, akibat cedera yang dialami.

Sebagai gantinya, Widodo mencoba Gelandang Fadil Sausu, Syakir Sulaiman, dan Nick van der Velden.

Tak hanya sektor gelandang, barisan pertahananpun terlihat diutak-atik.

WCP mencoba kolaborasi Ahn Byung Keon dan Ngurah Nanak. Di sisi kiri dan kanan bertahan, ada Ricky Fajrin dan Mahdi Fahri Albar.

Ada juga komposisi lain yang dicoba WCP. Untuk lini bertahan, yakni memasang Abdul Rahman dan Agus Nova, sementara bek kiri dan kanan ada Andhika Wijaya dan Hasyim Kipuw.

Dalam sesi latihan ini, tiga pemain dibiarkan beristirahat di luar lapangan, karena baru tiba dari Jakarta, menguat acara sponsor Bali United yakni Gede Sukadana, Irfan Bachdim, dan Yabes Roni.

Ketiganya hanya berlatih ringan. Seperti shooting, passing, dan lebih enjoy di luar lapangan.

Coach WCP menjelaskan, latihan sebelum bertolak ke Jakarta, fokus ke pertahanan. Setelah ada beberapa pertandingan dan evaluasi, tim pelatih masih harus melakukan perbaikan di pertahanan.

"Menyerang over all secara sporadis jadi lebih mudah. Pertahanan menjadi fokus, Karena bertahan lebih membutuhkan wawasan pemain, sistem harus dijalankan pemain sesuai skema yang disiapkan,  " ujarnya. (*)

Penulis: Marianus Seran
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help