TribunBali/
Home »

Bali

Merdunya Lantunan Puja Trisandya di Radio dan TV Sejak 1971, Ternyata Ini Sosok Pemilik Suara Itu!

Rekaman Puja Trisandya tersebut dikenal memiliki lantunan suara indah dan sangat merdu. Siapakah pemilik suara tersebut?

Merdunya Lantunan Puja Trisandya di Radio dan TV Sejak 1971, Ternyata Ini Sosok Pemilik Suara Itu!
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Ida Pedanda Gede Made Tembau ketika ditemui di kediamannya di Griya Kulon, Desa Aan, Banjarangkan, Klungkung, Kamis (17/5/2017). Beliau merupakan pelantun Puja Trisandya di radio dan televisi. 

Pembaharuan rekaman juga dilakukan kembali pada tahun 1992.

Lagi-lagi Pedanda Gede Made Tembau dipercaya untuk mengisi suara lantunan Trisandya yang direkam di RRI Denpasar.

“Rekaman tersebut pun bertahan hingga saat ini, dan masih diperdengarkan oleh RRI Denpasar,” terangnya.

Tahun 2015, semua stasiun televisi mulai menayangkan siaran Puja Trisandya.

Setiap stasiun televisi pun memiliki rekaman lantunan Puja Trisandya yang berbeda-beda.

Alhasil, lantuan Puja Trisandya di setiap stasiun televisi berbeda antara satu dan lainnya.

Hal ini pun mendapatkan respons dari masyarakat.

Saat itu surat dari warga membanjiri PHDI Klungkung, yang isinya meminta agar lantunan Puja Trisandya di televisi diseragamkan.

Hal ini pun ditanggapi oleh Ketua PHDI Provinsi Bali, Gusti Ngurah Sudiana.

Diputuskanlah, kembali dilakukan perekaman lantunan Puja Trisandya untuk keseragaman di setiap saluran televisi swasta dan nasional.

Perekaman pun kembali dilakukan pada tahun 2016 lalu, dan Ida Pedanda Gede Made Tembau yang sudah berusia senja, kembali dipercaya untuk mengisi lantunan suara Puja Trisandya tersebut.

Rekaman yang terakhir ini bahkan dilakukan langsung di kediaman Pedanda Gede Made Tembau, yakni di Griya Kulon, Desa Aan, dengan juga melibatkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

“Saya sempat tanya, mengapa rekaman dilakukan di kediaman saya? Karena hasilnya pasti kurang bagus, karena di sini tidak ada peredam suara dan alat yang memadai. Namun, ketika itu katanya ada keterbatasan anggaran, sehingga rekaman cukup dilakukan di kediaman saya. Walau demikian, saya tetap jalani rekaman tersebut, walau menurut saya hasilnya masih kurang bagus. Rekaman saya yang terakhir suaranya agak tinggi, kalau mau dengar yang paling bagus menurut saya rekaman lantunan Trisandya yang masih disiarkan di TVRI hingga saat ini,” ujarnya.

Selama dipercaya melantunkan Trisandya, Ida Pedanda Gede Made Tembau mengaku tidak memiliki tips yang mengkhusus untuk membuat alunan berkarakter.

Menurutnya, suara merupakan karunia Sang Hyang Widhi Wasa, sehingga setiap orang memiliki karakter lantunan suara yang berbeda-beda.

Namun mempertahankan karakter suara tersebut perlu latihan pernapasasan yang rutin.

Untuk latihan pernapasan, ia mengaku belajar dari maestro Ida Bagus Ngurah yang terkenal sebagai dalang Buduk.

Menurutnya, untuk mendapatkan suara yang pas saat melantunkan Puja Trisadnya sebaiknya dilakukan dengan posisi kepala dan tubuh yang tegap.

“Saya terlahir di lingkungan sulinggih. Sejak kecil saya setiap hari mendengarkan lantunan mantra-mantra dari kakek dan orangtua. Jadi terbiasa dan sudah memiliki karakter sendiri dari leluhur. Tapi jika terkait inspirasi, hingga saat ini saya sangat terinspirasi dengan lantunan Puja Trisadnya dari almahum Ida Pedanda Gede Keniten, dari Griya Jumpung Anyar Dawan. Hingga saat ini, saya belum pernah mendengar lantunan mantra-mantra semerdu dan seindah yang dilantunkan almahum Ida Pedanda Gede  Keniten,” terang sulinggih yang mediksa tahun 2014 ini. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help