TribunBali/
Home »

Bali

Pertamina Turunkan 69 Personel, Partisipasi Regional Marine Pollutan Exercise di Benoa

Pertamina menurunkan 69 personel, 2 tugboat yang dilengkapi dengan fire fighting system, 1 RIB dan 1 speed boat dan peralatan Lindungan Lingkungan

Pertamina Turunkan 69 Personel, Partisipasi Regional Marine Pollutan Exercise di Benoa
Istimewa
Tugboat Pertamina melakukan pemadaman api di kapal yang terbakar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pertamina berpartisipasi dalam kegiatan Regional Marine Pollutan Exercise (Marpolex)
Denpasar, 17 Mei 2017.

PT Pertamina Persero turut berpartisipasi dalam kegiatan Latihan bersama penanganan pencemaran laut akibat tumpahan minyak atau Regional Marine Pollutan Exercise (Marpolex) yang digelar bersama antara Pemerintah Indonesia , pemerintah Fiipina dan pemerintah Jepang di perairan Benoa, Denpasar, Bali pada 15 hingga 18 Mei 2017.

Kegiatan berskala internasional ini dibuka oleh Dirjen Perhubungan Laut A. Tonny Budiono.

Pertamina menurunkan 69 personel, 2 tugboat yang dilengkapi dengan fire fighting system, 1 RIB dan 1 speed boat dan peralatan Lindungan Lingkungan Perairan (LLP) berupa Oil Boom, Oil Skimenr dan Oil Pollutank.

Keterlibatan Pertamina dalam Regional Marpolex ini dikoordinasikan oleh Fungsi HSSE Korporat bekerja sama dengan Fungsi Marine Direktorat Pemasaran dan Niaga dan di dukung oleh Pertamina MOR V.

Hadir dalam kesempatan tersebut General Manager MOR V Herman M. Zaini, Vice President Marine, Joni Harson dan Vice President HSSE Direktorat Pemasaran,Tengku Badarsyah.

Menurut Area Manager Communication & Relations Jatim Balinus Heppy Wulansari, paritispasi Pertamina pada Marpolex adalah untuk menguji kemampuan peralatan dan kesiagaan SDM dalam penanggulangan kebakaran dan tumpahan minyak di laut dan sarana pengimplementasian Sistem Manajemen Keselamatan, kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (SMK3LL) secara berkelanjutan yang memang sudah diterapkan Pertamina selama ini.

Selain itu, latihan bersama tersebut dapat meningkatkan kerja sama efektif dan saling menguntungkan di antara Pertamina dan instansi terkait dalam penanggulangan kebakaran dan tumpahan minyak di laut.

“Hal itu sejalan dengan Peraturan Presideng No, 109 tahun 2006 tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di laut (National Contingency Plan),” ujarnya.

Regional Marpolex 2017 ini merupakan latihan ke-20, adapun latihan pertama Regional Marpolex dilaksanakan pada tahun 1986 bertempat di Davao, Filipina, dan terakhir dilaksanakan di Perairan Cebu, Filipina pada bulan Mei 2015.

Latihan kali ini juga dihadiri oleh perwakilan dari negara-negara Anggota ASEAN sebagai Observer, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Vietnam dan meilibatkan instansi terkait seperti Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup, Ditjen Migas Kementerian ESDM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, TNI, Polri, SKK MIGAS, dan stakeholder lainnya. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help