TribunBali/
Home »

Bali

Empat Anak Punk Nyempil di Truk, Diamankan di Melaya Setelah Lolos dari Pemeriksaan di Gilimanuk

Para Punker yang masih di bawah umur tersebut diamankan petugas sekitar pukul 09.30 Wita.

Empat Anak Punk Nyempil di Truk, Diamankan di Melaya Setelah Lolos dari Pemeriksaan di Gilimanuk
Tribun Bali/I Gede Jaka Santhosa
Jajaran Polsek Melaya mengamankan empat anak Punk di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Jumat (19/5/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Jajaran Polsek Melaya mengamankan empat anak Punk di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Jumat (19/5/2017).

Mereka ditemukan menumpang di sebuah truk yang terjaring razia.

Dari hasil pemeriksaan, tak satupun membawa identitas.

"Kami amankan mereka karena lolos dari pemeriksaan di Gilimanuk dan tanpa dilengkapi identitas diri. Keempatnya telah kami serahkan ke Satpol PP untuk penanganan lebih lanjut," ujar Kapolsek Melaya, Kompol I Ketut Narma.

Para Punker yang masih di bawah umur tersebut diamankan petugas sekitar pukul 09.30 Wita.

Saat itu, petugas Polsek Melaya yang sedang melangsungkan razia di jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Banjar Sumbersari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya.

Saat melakukan pemeriksaan, petugas mendapati mereka berjejal truk tersebut.

Petugas mengaku curiga karena penampilan mereka sangat kumal.

Masing-masing anak Punk tersebut berinisial MARS (15) asal Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, RAM (17) asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, HBA (14) asal Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur dan PVE (14) yang juga asal Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Kompol I Ketut Narma menjelaskan, anak punk tersebut tak minta izin kepada sopir truk untuk menumpang.

Ini sebab mereka diamankan terlebih tak ada satupun yang mengantongi identitas. 

"Ini sebagai langkah antisipasi hal-hal yang tak diinginkan mengingat keempatnya ini anak putus sekolah dan masih di bawah umur," kata dia.

Sementara itu, Kasat Pol PP Kabupaten Jembrana, I Gusti Ngurah Rai Budhi mengatakan, anak punk tersebut diberi pembinaan.

Mereka juga disediakan makan, diminta untuk mandi dan segera akan dipulangkan.

"Kami sudah koordinasikan hal ini dengan Dinas Sosial Pemkab Jembrana. Mereka ini akan dipulangkan dan diberi sangu Rp 50.000, diantar sampai di Kapal penyeberangan menuju Ketapang," ungkap Rai Budhi. (*)

Penulis: I Gede Jaka Santhosa
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help