TribunBali/
Home »

Bali

Harapkan Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat, BPJS Kesehatan Cabang Denpasar Gelar Gebyar Prolanis

Harapkan Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat, BPJS Kesehatan Cabang Denpasar Gelar Gebyar Prolanis

Harapkan Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat, BPJS Kesehatan Cabang Denpasar Gelar Gebyar Prolanis
Tribun Bali
Pelepasan Balon Dalam Acara Gebyar Prolanis yang Digelar BPJS Kesehatan Cabang Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Denpasar menggelar kegiatan Gebyar Prolanis BPJS Kesehatan 2017, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas, dan serangkaian memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Wantilan Puspem Badung, Bali, Sabtu (20/5/2017).

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan masyarakat ini diawali dengan kegiatan jalan santai di areal Puspem Badung, kemudian dilanjutkan dengan senam, dan dihibur dengan acara Bondres.

Selain masyarakat, acara ini juga melibatkan Pemerintah Kabupaten Badung (Pemkab Badung) melalui Dinas Kesehatan Badung, Asosiasi PKFI (Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, dr. Kiki Christmar Marbun, AAK menyatakan, meskipun seluruh masyarakat khususnya peserta sudah masuk dalam usian lanjut, tapi mereka sangat semangat mengikuti acara ini.

“Kita harapkan melalui kegiatan ini, kedepannya kita semua bisa menerapkan pola hidup sehat,” kata dr. Kiki.

Dia mengungkapkan bahwa alasan melakukan gebyar ini adalah biaya pelayanan kesehatan untuk mengobati penyakit regeneratif kronis setiap tahunnya cukup besar.

Regeneratif kronis yang dimaksud adalah seperti penyakit kencing manis, jantung, darah tinggi, dan stroke.

Dr. Kiki melanjutkan, biaya yang sudah dikeluarkan pemerintah melalui BPJS kesehatan untuk membiayai pengobatan penyakit tersebut di tahun 2016 berjumlah Rp 843 Miliar Lebih.

Sedangkan biaya yang sudah diserap hingga bulan April 2017 sudah mencapai Rp 365 Miliar lebih, dengan jumlah tersebut diperkirakan tahun 2017 akan tembus hingga Rp 1 Triliun.

Dari jumlah biaya pengobatan yang sangat tinggi dan tiap tahun mengalami peningkatan, pemerintah melalui BPJS Kesehatan menginginkan agar masyarakat tidak berorientasi pada tahap pengobatan, melainkan pencegahan sedini mungkin.

“intinya jangan menunggu hingga pengobatan, lebih baik melakukan pencegahan. Terutama mencegah untuk tidak jatuh pada penyakit yang tergolong renegeratif kronis, namun bagi yang sudah jatuh penyakit tersebut diharapkan tidak bertambah berat lagi (komplikasi),” ujarnya seraya mengungkapkan bahwa jika sudah masuk dalam tahap komplikasi akan membutuhkan biaya lebih besar.

Dengan melakukan gebyar ini, kata dia, diharapkan seluruh masyarakat khususnya peserta JKN-KIS terbiasa mencegah penyakit dengan cara pola hidup sehat seperti melakukan olahraga, konsumsi makanan sehat, dan mengikuti program pengelolaan penyakit kronis.

“semoga kedepannya bisa merapkan pola hidup sehat. Kemudian untuk di setiap fasilitas kesehatan tingkat pertama yang bekerjasama dengan kami bisa membentuk kelompok pengelolaan prolanis penyakit kronis di tempatnya masing masing. Kemudian dikelola dan dikoordinir pimpinan fasilitas kesehatan yang ada,” tandasnya. (adv)

Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help