TribunBali/
Home »

Bali

Saksikan Turnamen Mancing di Pulau Serangan, Susi Pudjiastuti Ajak Masyarakat Ikut Menjaga Laut

Susi Pudjiastuti menegaskan malpraktek penangkapan ikan (distructive fishing) harus dihentikan.

Saksikan Turnamen Mancing di Pulau Serangan, Susi Pudjiastuti Ajak Masyarakat Ikut Menjaga Laut
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Menteri Susi saat menghadiri Turnamen Mancing di Pulau Serangan, Sabtu (20/5/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Widyartha Suryawan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti dalam kunjungannya Sabtu siang (20/5/2017) di Desa Pakraman Serangan, Denpasar, Bali, menegaskan malpraktek penangkapan ikan (distructive fishing) harus dihentikan.

"Menangkap ikan menggunakan portas, dinamit, bom ikan, itu sudah tidak boleh ada lagi," ujar Susi di sela-sela memantau kegiatan lomba mancing yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi.

Susi menambahkan, salah satu mafia terbesar dari kegiatan distructive fishing itu juga ada di Bali, selain Kendari ataupun Makassar. Menurutnya distribusinya justru banyak yang dari perairan Bali dan masuk ke semua wilayah Indonesia.

"Dampak negatifnya bisa menghancurkan terumbu karang," imbuhnya.

Terkait pembangunan peradaban maritim yang tertuang dalam Nawa Cita yang menjadi visi Presiden Joko Widodo, Menteri Susi mengatakan Kementerian Kelautan dan Perikanan sedang melakukan proses memulihkan (restoring) dan reforming.

Peradaban maritim, katanya, sudah ada sejak dulu. Namun, masalahnya saat ini adalah masih ada aktivitas yang merusak keberadaan laut. "Budaya maritim itu adalah budaya yang menjaga, menghormati laut bukan hanya sekadar eksploitasi," ujar Susi.

Susi mengajak segenap masyarakat untuk turut menjaga laut. Terlebih lagi Bali sebagai pusat pariwisata. Ia menyindir banyak orang yang berpendidikan tinggi, tetapi abai dengan lingkungan, termasuk laut.

"Kalau tidak ada saya, lalu anda juga tidak mau peduli, siapa yang akan menjaga laut Indonesia?" sindirnya. (*)

Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help