TribunBali/

Mohon Keselamatan dan Membersihkan Desa, Krama Tenganan Gelar Mati Omoh Shang Hyang

Puluhan krama Adat Tenganan Pegeringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali kumpul sekitar Bale Agung Adat Tenganan, Minggu (28/5/2017) siang.

Mohon Keselamatan dan Membersihkan Desa, Krama Tenganan Gelar Mati Omoh Shang Hyang
Tribun Bali
Sejumlah warga melihat Truna petemu Klod Desa Tenganan Pegeringsingan saat melaksanakan upacara tradisi Mati Omoh Shang Hyang, Minggu (28/5). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA – Puluhan krama Adat Tenganan Pegeringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali kumpul sekitar Bale Agung Adat Tenganan, Minggu (28/5/2017) siang.

Krama berjejer melihat ritual “Mati Ombo Shang Hyang” atau prosesi penusukan kerbau hitam yang disucikan.

Ritual Mati Ombo Shang Hyang adalah acara sacral yang digelar setiap tahun oleh Krama Tenganan Pegeringsingan.

Tradisi ini dilakukan tanggal 9 sasih ke-5 (sambah) sesuai kalendar Desa Tenganan. Prosesi penusukan kerbau dimulai ketika matahari berada di atas kepala (siang hari).

Kelian Pertama Desa Adat Tenganan Pegeringsingan, I Wayan Sudiastika, prosesi “Mati Ombo Shang Hyang” yakni rangkaian upacara usaba sambah yang digelar setiap tahun sekali.

Kerbau ditusuk dengan keris oleh teruna (pemuda) Petemu  Klod Tenganan Pegeringsingn.

“Kerbau harus jantan dan warna hitam. Yang menusuk harus seorang truna Petemu Klod dengan keris pejenengan yang disungsung. Teruna harus menusuk bagian kanan perut kerbau, tepat di jantung/paru. Keris digunakan setiap tahun sekali, saat acara Mati Ombo Shang Hyang,” katanya.

Ditambahkan, sebelum ditusuk kerbau lebih dulu dibawa ke pura kandang dan Pura Raja Purana sebagai bentuk perpisahan.

Berapa menit kemudian, dibawa keliling desa (ngairan) sekali dari arah selatan hingga ke utara. Yang bawa keliling yakni krama desa dan krama gumi pulang.

“Makna mengelilingkan kerbau yaitu pamitan. Di mana krama berpamitan dengan kerbau yang disucikan. Tadi lumayan banyak krama yang ikut mengkelilingkan kerbau, sampai ratusan,” jelas Sudiastika. 

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help