TribunBali/

Antisipasi Pemalsuan Tiket, Bali United Mulai Berlakukan Tiket Gelang dan Scan Barcode

Manajemen Bali United langsung merespon soal kritik yang mencuat pasca-peristiwa pemalsuan puluhan ribu tiket di laga big match Bali United kontra Pe

Antisipasi Pemalsuan Tiket, Bali United Mulai Berlakukan Tiket Gelang dan Scan Barcode
Tribun Bali
Pertemuan antara owner Bali United, Pieter Tanuri dan kelompok suporter Bali United di Hotel Berrybiz, Jumat (2/6). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Manajemen Bali United langsung merespon soal kritik yang  mencuat pasca-peristiwa pemalsuan puluhan ribu tiket di laga big match Bali United kontra Persib Bandung, Rabu (31/5/2017) lalu.

Owner Bali United, Pieter Tanuri langsung menggelar pertemuan dengan pihak panitia pelaksana (Panpel) dan seluruh elemen perwakilan kelompok suporter mulai dari Semeton Dewata, Brigaz Bali, Semeton Buldog, North Side Boys (NSB) 12, di Hotel Berrybiz, Jumat (2/6/2017) malam.

Perwakilan NSB 12, Danang menyoroti beberapa hal yang cukup krusial dalam laga kemarin. Selain kinerja panpel yang dinilainya tidak profesional, permasalahan tiket hingga kapasitas tribun selatan dinilainya hanya mampu menampung 2500 hingga 3 ribu suporter.

Menanggapi hal tersebut Pieter menegaskan, kapasitas Stadion Dipta berdasarkan riset dari Sucofindo daya tampungnya mencapai 25 ribu penonton.

Khusus di tribun selatan hitungannya mencapai  5 ribu suporter, namun pihaknya akan meminta menghitung ulang untuk mendapatkan angka realnya.

Menyoal kinerja panpel, Pieter siap memperbaiki dan akan lebih profesional. Pieter menambahkan, terkait adanya praktik sindikat pemalsuan tiket di luar stadion faktanya menjadi masalah selama ini.

 “Misi utama dari pertemuan ini menjawab, kenapa stadion penuh tapi tiket terjual sedikit. Mereka curiga jangan-jangan ini adalah Panpelnya masukin orang. Tapi sekarang terbukti, bahwa sebagian besar karena ada sindikat, dan ini sudah terjawab supaya kita lebih rukun,” ucap Pieter.

Berdasarkan pengalaman itulah, manajemen kemudian mencari alternatif dengan menunjuk loket.com untuk menerapkan tiket gelang berteknologi barcode.

Tiket model itu dipilih untuk mencegah adanya pemalsuan tiket yang sering terjadi di stadion.

 “Kita mau sosialisasi, sekarang kita mau berubah lho pakai loket.com. Tujuannya bagus supaya pendapatan dari company-kan (Bali United) meningkat. Tapi jangan berharap hal ini langsung beres, karena ini juga masih proses,” urai Pieter.

 Penerapan tiket gelang berteknologi barcode rencananya akan dimulai pada laga antara Perseru Serui melawan Bali United, Minggu (4/6).

Pieter menjelaskan, memilih vendor ini, karena mereka memiliki pengalaman untuk hal tersebut. "Tiket dijual online dan langsung di lapangan. Cara mendapat tiket online bisa kunjung website resmi Bali United," kata Pieter.

Dia menjelaskan, pengelola tiket juga akan melakukan scanning pada setiap pemegang tiket saat nonton. "Mereka melakukan scanning terhadap setiap tiket. Ini untuk mengantisipasi tiket palsu," ujarnya. (*)

Penulis: ady sucipto
Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help