TribunBali/
Home »

Bali

Mabes Polri Gerebek Diskotek Akasaka

Petrus Tak Segan Tutup Diskotek Akasaka, ‘Tak Ada yang Kebal Hukum’

Peredaran narkoba di Bali sudah sangat memprihatinkan. Banyak warga Bali bahkan telah menjadi kurir narkoba.

Petrus Tak Segan Tutup Diskotek Akasaka, ‘Tak Ada yang Kebal Hukum’
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Petugas polisi berjaga-jaga di Akasaka Club, Selasa (6/6/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus R Golose, tak mau main-main dengan kasus narkotika di Bali.

Petrus Golose pun tak segan-segan menutup diskotek terbesar di Denpasar, Akasaka Club, setelah polisi melakukan penggerebekan dan menemukan 19 ribu butir ekstasi.

Baca: Petrus Golose Ternyata Sudah Menargetkan Akasaka Sejak Dapat Mandat Sebagai Kapolda Bali

Baca: Manajer Akasaka Beli Kapal Ikan dari Bisnis Ekstasi, Sebutir Dijual Rp 500 Ribu

Baca: Darurat dan Kritis Bagi Bali, Akhirnya Polri Sentuh Tempat yang Dimitoskan Untouchable

Ketika mendapat mandat menjadi Kapolda Bali, Petrus Golose mengaku telah menjadikan Akasaka Club sebagai target operasi (TO).

Sebab informasi yang diterimanya, selama ini klub yang berada di simpang enam Teuku Umar itu menjadi tempat hiburan yang dikatakan kebal hukum.

Namun pihaknya menegaskan, di Bali ini tidak ada yang kebal hukum. Apalagi terkait dengan narkoba.

“Katanya Akasaka itu tidak tersentuh oleh hukum. Sekarang saya sebagai Kapolda Bali, sekarang kita akan tutup. Dan, sekarang sudah di-police line. Sekali lagi saya katakan, semenjak menjadi kapolda, saya tidak tolerir dengan narkotika. Walaupun Bali adalah destinasi turis, saya tidak tolerir dengan narkotika,” tegas Petrus Golose saat diwawancara usai kunjungannya di Balai Budaya Gianyar, Selasa (6/6/2017).

Sampai saat ini Polda Bali masih melakukan pengembangan terkait ditemukannya 19 ribu butir pil ekstasi di Akasaka Club.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help