TribunBali/
Home »

Bali

Pura Sang Hyang Aye di Pesisir Gianyar Semakin Amblas, Kelian Adat Sebut Abrasi Capai 30 Meter

Sedikit demi sedikit senderan pura yang berada di Banjar Pabean, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali itu terkikis oleh kerasnya

Pura Sang Hyang Aye di Pesisir Gianyar Semakin Amblas, Kelian Adat Sebut Abrasi Capai 30 Meter
Tribun Bali
Kondisi Pura Sang Hyang Aye yang berada di pesisir Pantai Pabean yang semakin amblas, Jumat (16/6/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pura Sang Hyang Aye yang berada di pesisir Pantai Pabean semakin amblas, Jumat (16/6/2017).

Sedikit demi sedikit senderan pura yang berada di Banjar Pabean, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar,  Bali itu terkikis oleh kerasnya ombak yang menghantam.

Bahkan, tanggul yang sempat dibangun oleh Dinas PU Provinsi Bali lima tahun silam juga sudah roboh dihantam ombak, dan akibat abrasi yang semakin parah di pesisir pantai tersebut.

"Lima tahun lalu sudah pernah ditanggul di depan pura itu. Mungkin karena kualitas tanggulnya kurang bagus dan dihantam ombak besar jadinya mudah roboh," kata warga Banjar Pabean, Tien Sanjaya kepada Tribun Bali, Jumat (16/6/2017). 

Pantauan Tribun Bali, tampak halaman dan tangga pura sudah amblas. Bahkan, besarnya ombak yang sering menghantam areal pura itu membuat semua bangunan pura retak, dan miring.

Tembok-tembok, dan beton-beton di sekitar pura juga nyaris roboh.

Kelian Adat Sebut Reklamasi Serangan Sebagai Penyebab Abrasi

Made Wena, Kelian Adat Banjar Pabean menyebut bahwa amblasnya areal Pura Sanghyang Aye terjadi pasca reklamasi yang dilakukan di Pulau Serangan, Denpasar, Bali.

Semenjak tahun 1995, sedikit demi sedikit pesisir pantai Pabean semakin terkikis. Dari pasir-pasir pesisir pantai, kebun, sawah, hingga sekarang pura disana pun terkena imbas dari abrasi.

"Sebenarnya sejak reklamasi di Serangan itu mulai terjadi abrasi disana (di Pantai Pabean). Dulu waktu saya kecil lahan di sebelah pura itu 25 meter bahkan 30 meter itu keselatan, disana dulu ada tegal (kebun), dan sawah sama pasir pantainya. Waktu saya kecil dulu sering bermain disana," ungkap Wena kepada Tribun Bali.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help