TribunBali/

Turnamen Ceki di Renon Ini Diikuti 450 Peserta

Pemaksan Baris Cina dan Gong Beri Renon Gelar Turnamen Ceki, Sabtu (17/6/2017) bertempat di Balai Banjar Kelod Renon, Denpasar, Bali.

Turnamen Ceki di Renon Ini Diikuti 450 Peserta
istimewa
Turnamen Ceki dalam rangka penggalian dana Pemaksan Baris Cina dan Gong Beri Desa Pekraman Renon , bertempat di Balai Banjar Kelod Renon, Sabtu (17/6). 

TRIBUN-BALI.COM - Pemaksan Baris Cina dan Gong Beri Renon Gelar Turnamen Ceki, Sabtu (17/6/2017) bertempat di Balai Banjar Kelod Renon, Denpasar, Bali.

Sebanyak 450 lebih penggemar permainan ceki di Desa Pakraman Renon, dan sekitarnya mengikuti Turnamen Ceki yang dibuka secara langsung Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Provinsi Bali, AA Ngurah Oka Ratmadi atau akrab disapa Cok Rat yang juga Anggota DPD RI Provinsi Bali.

Ia didampingi Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara. Dalam kegiatan tersebut hadir pula anggota DPRD Kota Denpasar, Kepala Kelurahan Renon, Jro Bendesa Pakraman Renon, serta pihak terkait lainnya.

Tampak ratusan masyarakat penggemar ceki berbondong-bondong datang untuk mengikuti turnamen yang memberikan hadiah utama satu unit sepeda motor.

Turnamen Ceki menurut Cok Rat, berekreasi sambil melakukan pelestarian budaya Bali. “Adanya turnamen ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan hobi bermain ceki tanpa harus berjudi,” ujarnya. 

Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengapresiasi pelaksanaan Turnamen Ceki kali ini sebagai ajang olah raga rekreasi. Hal ini juga tak terlepas dari pelaksanaan berbagai turnamen olah raga rekreasi yang telah dilaksanakan Pemkot Denpasar. "Rekreasi memberikan wadah bagi masyarakat dengan pelaksanaan turnamen kali ini," ujarnya.

Sementara Ketua Panitia Wayan Muryana didampingi Sekretaris Gede Eka Suputra mengatakan, sistem pertandingan dalam turnamen ini prinsipnya sama dengan aktivitas ceki biasanya.

Hanya saja ada beberapa modifikasi dengan menggunakan sistem poin. Dalam satu meja ada 4-5 pemain ceki yang berkompetisi dalam penyisihan hingga final dan diselenggarakan selama 2 hari yakni 17-18 Juni 2017.

Tujuan Turnamen Ceki ini adalah untuk menyalurkan bakat dan minat para penghobi ceki tanpa harus memasang taruhan dan mereka tak perlu khawatir akan digerebek aparat kepolisian.

Selain itu, ide kreatif Turnamen Ceki ini juga untuk menjaga tradisi tanpa melanggar aturan hukum yang berlaku di masyarakat. “Antusias penggemar ceki ini sangat banyak sebagai bagian dari olahraga seni dan rekreasi,” ujar Ketua Panitia, Wayan Muryana.

Salah satu peserta turnamen ceki, Wayan Ladri (52) yang merupakan pencinta ceki dari sejak remaja mengungkapkan, “Kegiatan ini sangat menarik perhatian kami sebagai pencinta ceki. Selain itu disini kami dapat berkumpul dengan kawan-kawan sesama pencinta ceki disamping pula ada kegiatan pengalian dana untuk kemajuan desa”, ujarnya. (*)

Editor: imam rosidin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help