TribunBali/

Berjuluk "Diva Perceraian" Pengacara Ini Sejam Bayarannya Rp 13 Juta!

Dengan julukan "diva perceraian", perempuan berusia 49 tahun itu membantu "individu dengan nilai net yang sangat tinggi" guna mendapat kesepakatan

Berjuluk
Antonio Zazueta Olmos
Vardag beralih dari hukum keuangan ke hukum keluarga 

TRIBUN-BALI.COM - Jika Anda pernah mendapati suami atau istri Anda tengah berbicara dengan Ayesha Vardag, Anda harus panik.

Vardag yang glamor adalah salah satu pengacara perceraian paling banyak dicari dan paling terkenal.

Dengan julukan "diva perceraian", perempuan berusia 49 tahun itu membantu "individu dengan nilai net yang sangat tinggi" guna mendapat kesepakatan pemisahan harta terbaik saat pernikahan mereka berakhir.

Firma hukumnya, Vardags, memiliki kantor pusat di London, dan dia telah melakukan banyak hal yang membuat London mendapat reputasi sebagai "ibu kota perceraian dunia".

Vardag menarik banyak klien kaya dari seluruh dunia, dan sering ada perebutan antara suami dan istri untuk menyewa jasanya.

"Pasangan yang berpisah sering berlomba untuk mendapat saya untuk mewakili mereka dan bukan sisi lawan," katanya. "Benar-benar siapa yang lebih dulu mendapat saya. Kami harus melakukan pengecekan konflik dengan sangat hati-hati."

Firma Vardag punya kantor pusat yang menghadap katedral St Paul's di London.
Firma Vardag punya kantor pusat yang menghadap katedral St Paul's di London. (ist)

Saking terkenalnya reputasi Vardag untuk menang, dia bisa memasang tarif tinggi £795 per jam (atau sekitar Rp13 juta lebih) di luar pajak.

Bahkan, firma hukum Vardags, yang didirikannya sejak 12 tahun lalu, kini memiliki penghasilan lebih dari £10 juta per tahun atau hampir Rp170 miliar.

Di dunia legal yang ketat persaingannya, kesuksesan Vardag tak selalu diterima dengan baik, banyak kritik terhadapnya karena dia dituduh terlalu tertarik dengan promosi diri sendiri, seperti muncul di televisi dan terlalu agresif dalam memperjuangkan kasusnya.

Vardag menjawab bahwa dia menyadari pentingnya menjaring jejaring dan sebagian orang tak suka pada perempuan yang membela dirinya sendiri.

Halaman
1234
Editor: ady sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help