TribunBali/

ST Parama Chanti Pertahankan Tradisi Gebug Ende

Dua pemuda duduk bergelantingan di atas sebuah bambu. Memegang sebuah bantal, mereka saling beradu kekuatan, saling pukul, hingga ada yang tumbang.

ST Parama Chanti Pertahankan Tradisi Gebug Ende
istimewa
Dua pemuda duduk bergelantingan di atas sebuah bambu sedang Gebug Bantal di Banjar Gagah, Tegallalang, Gianyar, Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua pemuda duduk bergelantingan di atas sebuah bambu. Memegang sebuah bantal, mereka saling beradu kekuatan, saling pukul, hingga ada yang tumbang.

Ratusan penonton yang menyaksikan sampai ikut geregetan. Ada yang tertawa kecicikan, ada yang berteriak kencang menyemangati mereka yang bertarung.

Begitulah keseruan dalam lomba Gebug Bantal atau disebut juga Gedug Ende yang digelar oleh Sekaa Teruna Parama Chanti Banjar Gagah, Tegallalang, Gianyar, Bali, Sabtu (17/6/2017) sore di areal sawah wilayah tersebut.

Saking serunya, para turis asing yang sering berseliweran di daerah ini pun ikut mendekat. Bahkan ada yang taruhan.

"Kegiatan lomba gebug bantal ini sudah sejak dulu kami gelar setiap event-event tertentu. Kalau yang sekarang digelar dalam rangka serangkaian Pelatikan Pengurus Kelian, PKK, dan Sekaa Teruna disini (Banjar Gagah)," kata Ketua Umum ST Parama Chanti Banjar Gagah, Ketut Cameng Adnyana kepada Tribun Bali.

Selain untuk melestarikan permainan tradisional Bali, lomba Gebug Ende ini juga digelar untuk meningkatkan semangat, dan kekompakan para pengurus ST Parama Chanti

"Kalau gebug ende itu kan susah. Bertarung di atas bambu, disana kita tahu gimana cara mengatur strategi. Mengikutsertakan rekan-rekan. Meskipun mereka di atas bambu saling pukul, tapi setelah lomba tetap bersaudara," kata pria berusia 24 tahun ini.

Kedepan, kata dia, lomba-lomba macam begitu akan terus digelar setiap tahun untuk tetap menjaga kelestarian permainan tradisional Bali. Selain lomba Gebug Bantal , ke depan juga mereka berencana untuk menggelar lomba tajog.

"Biasanya dari pengurus-pengurus sebelumnya selain lomba gebug ende, juga digelar lomba tajog. Nah kedepan keduanya sekalian akan dilaksakan biar semakin meriah," kata Adnyana. (*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help