TribunBali/
Home »

Bali

Heboh, Pegawai Kontrak Bawa Pedang ke BRSUD Tabanan Gara-gara Pesan WhatsApp!

Pria tersebut adalah I Wayan Dedigit Dolesgit (22) yang merupakan seorang pegawai kontrak di bagian hukum Pemkab Tabanan

Heboh, Pegawai Kontrak Bawa Pedang ke BRSUD Tabanan Gara-gara Pesan WhatsApp!
Istimewa
Pelaku pembawa pedang ke instalasi gawat darurat BRSUD Tabanan. Hal yang membuat geger itu dilakukan karena dirinya tidak terima ibunya mendapatkan pesan singkat dari seorang dokter. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Pada Selasa (20/6) sekitar pukul 09.00 wita pegawai dan pasien di ruangan instalasi gawat darurat BRSUD Tabanan digegerkan karena ada seseorang membawa senjata tajam berupa pedang.

Pria tersebut adalah I Wayan Dedigit Dolesgit (22) yang merupakan seorang pegawai kontrak di bagian hukum Pemkab Tabanan. 

Baca: Pasien di IGD BRSUD Tabanan Mendadak Geger, Wayan D Bawa Pedang Gara-gara Pesan Whatsapp

Kasubag Humas Polres Tabanan AKP I Putu Oka Suyasa yang sempat dikonfirmasi menyebutkan, pelaku nekat membawa pedang ke rumah sakit karena merasa tidak terima ibunya, Ni PTN yang diketahui sebagai pegawai kontrak di BRSUD Tabanan mendapatkan pesan singkat melalui Whatsapp dari seorang dokter, IGAA.

"Karena adanya pesan singkat itu pelaku merasa tidak terima dan nekat bermaksud mencari si dokter," kata AKP Suyasa.

Ia menjelaskan, pihak kepolisian telah menahan Wayan Dedegit. Selain membawa pedang Wayan Dedegit juga membawa kunci yang kabarnya akan digunakan untuk merusak mobil dokter IGAA. 

Untuk proses lebih lanjut, AKP Suyasa mengatakan pihaknyamasih melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

"Proses masih terus berlanjut," katanya.

Sementara itu, Humas BRSUD Tabanan, I Made Suarjaya saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.

Pihaknya menyerahkan persoalan itu pada pihak kepolisian. 

"Sepertinya ini persoalan pribadi, sudah kami serahkan pada polisi," ujarnya.

Atasan dari I Wayan Dedigit Dolesgit, Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Tabanan, IGA Putu Sumarpatni menyebutkan, dirinya belum mengetahui jika ada pegawainya yang tersangkut kasus dengan pihak berwajib.

"Saya baru tahu. Tadi pagi hingga siang saya dikantor, rasanya memang tidak lihat Dedigit," ujarnya. 

Pihaknya akan mencari tahu kasusnya terlebih dahulu, setelahnya akan melihat Peraturan Bupati terkait pegawai kontrak. 

"Kami akan pelajari dulu seperti apa kasusnya dan tindaklanjutnya," ujar Sumarpatni. (*)

Penulis: I Made Argawa
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help