TribunBali/

Kebakaran Hutan Tewaskan 62 Orang, Hingga Kini Api Belum Bisa Dipadamkan

Lebih dari 1.500 petugaspemadam kebakaran, Senin (19/6/2017), masih berjuang melawan kobaran api yang membakar hutan di Portugal setelah sedikitnya 62

Kebakaran Hutan Tewaskan 62 Orang, Hingga Kini Api Belum Bisa Dipadamkan
(PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP )
Seorang pria menyaksikan kebakaran hutan yang terjadi di Portugal, Sabtu (17/6/2017). 

TRIBUN-BALI.COM - Lebih dari 1.500 petugaspemadam kebakaran, Senin (19/6/2017), masih berjuang melawan kobaran api yang membakar hutan di Portugal setelah sedikitnya 62 orang tewas pada pada akhir pekan lalu.

Perdana Menteri Antonio Costa, yang pada Minggu (18/6/2017) mengunjungi Pedrogao Grande, daerah pegunungan yang dilanda kebakaran, yang berada sekitar 200 kilometer timur laut Lisbon,  menyebut kebakaran tersebut sebagai tragedi terbesar dalam sejarah Portugal.

Costa menyebut kebakaran hutan itu sebagai "tragedi terbesar yang kita saksikan di negara kita selama puluhan tahun."  

Sebanyak 62 orang tewas karena terjebak api dan kabut asap, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Hujan ringan sempat turun pada Senin pagi, yang membawa sedikit bantuan untuk mengurangi kobaran api, cukup membantu petugaspemadam kebakaran yang sedang kelelahan.

Pesawat pengakut air untuk hujan buatan, termasuk pesawat Perancis dan Spanyol, melanjutkan misi mereka setelah sempat berhenti semalaman.

"Masih banyak hutan yang bisa terbakar dan hujan tidak banyak membantu," kata Rui Barreto, wakil kepala layanan pemadam kebakaran di pusat penanggulanan darurat di Pedrogao Grande.

Petugas pemadam kebakaran mengatakan bahwa kondisi cuaca panas memperburuk upaya pemadaman karena api masih terus berkobar.

Dua batalion militer telah dikerahkan untuk membantu petugas bagian layanan darurat.

Puluhan mobil pemadam kebakaran melaju bolak-balik untuk memadamkan api yang berkobar di daerah sejauh 20 km utara Pedrogao Grande.

Halaman
12
Editor: imam rosidin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help