TribunBali/

Mendag Puji Kebijakan Pemkab Banyuwangi Lindungi Usaha Mikro

Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita mengapresiasi sejumlah kebijakan Pemkab Banyuwangi dalam melindungi usaha mikro

Mendag Puji Kebijakan Pemkab Banyuwangi Lindungi Usaha Mikro
Istimewa/Surya
Mendag (kiri) Enggartiasto Lukita saat meninjau pasar blambangan Banyuwangi didampingi Wabup Yusuf (kanan) 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita mengapresiasi sejumlah kebijakan Pemkab Banyuwangi dalam melindungi usaha mikro yang bergerak di sektor perdagangan.

"Pembangunan ekonomi yang cukup baik sudah dilakukan Banyuwangi. Banyuwangi ini juga luar biasa, dilihat dari pertumbuhan ekonominya, mulai dari kenaikan pendapatan rata-rata penduduk maupun pertumbuhan ekonomi. Ekonominya tumbuh, tapi harga-harga seperti sembako tetap bisa dikendalikan dengan cukup baik karena ada koordinasi yang baik dengan pemerintah pusat, BUMN, dan stakeholder lain," kata Enggar, saat mengunjungi Pasar Blambangan, Banyuwangi, Selasa (20/6/2017).

Enggar mengapresiasi kebijakan ekonomi Pemkab Banyuwangi seperti pembatasan pendirian pasar modern. Mal juga dilarang dibangun di tengah kota, melainkan di kecamatan agar pusat ekonomi tak menumpuk di pusat kota.

"Banyuwangi ini sudah mulai melakukan pembangunan yang berkeadilan. Saya sudah dengar, di Banyuwangi ini gerai ritel modern sangat dibatasi, bahkan dilarang. Ini melindungi pedagang-pedagang kecil," ujarnya.

Untuk pusat perbelanjaan pun, sambung Enggartiasto, diatur dengan ketat. Bila masyarakatnya sudah mencapai angka tertentu pendapatannya, baru izin pembangunan diterbitkan.

"Karena memang kita tidak bisa menghentikan pembangunan mall. Namun, pemkab telah ada perhitungan tersendiri, kapan izin bisa berdiri. Ini yang menarik," jelas dia.

Dia menambahkan, untuk memberdayakan pedagang skala kecil, Kementerian Perdagangan kini juga mengembangkan program kemitraan.

"Pedagang warung atau pasar harus mendapatkan akses yang sama dengan harga yang sama dengan pasar ritel modern. Seperti di Banten, pedagang beli langsung di pusat grosir. Setelah Lebaran, saya juga akan menemui bank-bank nasional agar pedagang-pedagang kecil ini bisa mendapatkan kredit modal kerja," jelas dia.

Dalam kunjungan kerja di Banyuwangi, Mendag memberikan apresiasinya pada pengelola pasar Blambangan Banyuwangi karena mampu menjaga kebersihan pasar.

"Ini satu contoh yang menarik. Pasar ini saluran airnya lancar. Cukup bersih. Saya apresiasi ini," puji Enggar.
Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko menjelaskan, salah satu kebijakan di bidang perdagangan yang pro-usaha kecil adalah pembatasan gerai ritel modern.

"Gerai ritel modern sangat dibatasi, bahkan dilarang. Sedikit ritel modern yang ada saat ini izinnya sudah diberikan pada era sebelumnya, jadi tidak bisa serta-merta dicabut karena bisa dituntut secara hukum dan menimbulkan ketidakpastian iklim usaha," ujar Yusuf saat mendampingi Mendag dalam sidak tersebut.

Selain itu, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga difasilitasi pengurusan hak merek, sertifikasi halal, dan uji laboratorium standardisasi. Pendampingan UMKM juga dilakukan melalui promosi.

Bahkan untuk memasarkan produk UMKM, telah diluncurkan Banyuwangi-mall.com, situs belanja online yang khusus berisi produk-produk UMKM Banyuwangi. (haorrahman)

Editor: ady sucipto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help