TribunBali/

Asiknya Susuri Hutan Mangrove Denpasar dengan Perahu

Pengunjung kawasan mangrove tidak hanya bisa menikmati hutan dengan jembatan kayu; tetapi juga dapat menyusuri kawasan ini dengan perahu

Asiknya Susuri Hutan Mangrove Denpasar dengan Perahu
Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Made Mudita (47) tampak mempromosikan perahunya kepada pengunjung kawasan hutan Mangrove Information Center, Suwung Kauh, Denpasar Selatan (Senin, 26/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Widyartha Suryawan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Made Mudita (47) tampak mempromosikan perahunya kepada pengunjung kawasan hutan Mangrove Information Center, Suwung Kauh, Denpasar Selatan (Senin, 26/6/2017).

Sementara itu, di atas perahunya sudah ada Sulistyo bersama istri dan seorang cucunya.

"Biayanya hanya Rp 25 ribu," ujar Mudita kepada Tribun Bali.

Perahu tersebut adalah milik Kelompok Nelayan Segara Gunabatu Lumbang yang jumlah anggotanya sekitar 40 orang.

Menurut Mudita, kelompok nelayan ini memiliki dua perahu sejenis.

Sejak sekitar 4 tahun, pengunjung kawasan mangrove tidak hanya bisa menikmati hutan dengan jembatan kayu; tetapi juga dapat menyusuri kawasan ini dengan perahu milik Kelompok Nelayan Segara Gunabatu Lumbang. 

Bahkan, dengan perahu tersebut, wisatawan juga diajak menikmati suasana perairan dan merasakan sensasi melintas di bawah Tol Bali Mandara.

"Kurang lebih kita akan menelusuri perairan dan hutan mangrove sekitar 25 menit," ujar Mudita yang juga bekerja di sebuah hotel di kawasan Legian, Badung.

Sulistyo yang naik di perahu Mudita mengatakan sudah beberapa kali berkunjung ke Mangrove Information Center.

"Setiap tahun pasti kami mengajak murid-murid ke sini saat jeda semester. Sekarang dengan suami dan cucu saja biar lebih ekslusif. Hehe," ujar Sulistyo yang seorang guru di SDN 7 Dauh Puri, Denpasar.

Mudita menambahkan, sebenarnya setiap perahu ada dua orang yang bertugas. Tetapi karena hari itu banyak anggota kelompok nelayan yang sibuk, Mudita harus bekerja sendiri.

"Kalau wisatawan lagi ramai, agak susah juga kerja sendiri," imbuh Mudita.

Saat di atas perahu, sesekali cipratan air akan menerpa wajah; namun tidak sampai basah.

Biaya untuk menelusuri hutan mangrove dengan perahu ini masing-masing orang dikenakan tarif Rp 20 ribu.

Sedangkan, untuk masuk ke kawasan Mangrove Information Center dikenakan tiket Rp 10 ribu untuk perorangan dewasa. (sur)

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help