TribunBali/

 45 Tahun Mengabdi untuk Seni Tradisi, Ajik Perak Bersyukur Masih Ada Penggemar Drama Gong

Seniman drama gong Ajik Perak tampak tengah menuliskan sesuatu pada sebuah kertas, sebelum akhirnya tampil di panggung menghibur masyarakat Bangli, Ba

 45 Tahun Mengabdi untuk Seni Tradisi, Ajik Perak Bersyukur Masih Ada Penggemar Drama Gong
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
SENIMAN - Ajik Perak bersama I Golek berada di ruang rias, Bangli, Jumat (30/6) 

 Laporan Wartawan Tribun Bali, Muhammad Fredey Mercury

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Seniman drama gong Ajik Perak tampak tengah menuliskan sesuatu pada sebuah kertas, sebelum akhirnya tampil di panggung menghibur masyarakat Bangli, Bali.

Setelah 45 tahun mengabdikan diri pada seni tradisi, hingga kini ia masih setia menghibur krama Bali.

 Pria bernama lengkap Sang Ketut Arka itu telah menjadi seniman drama gong sejak berusia 15 tahun.  Dirinya tertarik dengan kesenian ini berawal dari menjamurnya pementasan drama gong di desa-desa.

 "Dulu masih banyak pementasan drama gong yang digelar di masing-masing desa. Dari kebiasaan menonton itulah muncul keinginan untuk mementaskan drama gong bersama pemuda-pemuda desa," ucapnya, Jumat (30/6/2017). 

 Ia menuturkan, dulu pementasan drama gong tidak menggunakan make-up, melainkan hanya memakai pamor, sejenis kapur sirih.

Dia sempat pula bergabung dengan Sekaa Bintang Bali Timur dan berkenalan dengan seniman drama gong lainnya, almarhum Gung Mega Putra, almarhum Gung Anom Pemecutan (Gung Bentar), almarhum Dolar, dan almarhum Nyoman Widastra.

 "Untuk pemain tahun 80-an, yang masih hanya saya dan Petruk saja," ucapnya.

 Ajik Perak merasa rindu dengan sahabat-sahabatnya, terutama ketika menonton kembali rekaman pementasan-pementasan bersama teman seangkatannya yang disiarkan di televisi lokal.

 "Dulu selepas pentas, banyak masyarakat yang berkumpul di belakang panggung. Mereka penasaran dengan wajah pemain. Tapi sekarang setelah pementasan, sepi," ungkap Ajik Perak yang sering berpasangan dengan Petruk dan almarhum Dolar.

Halaman
123
Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help