TribunBali/

Meski Libur, Antrean Pengurusan KK di Denpasar Meluber

Momen penerimaan peserta didik baru (PPDB) benar-benar membuat pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Denpasar kewalahan.

Meski Libur, Antrean Pengurusan KK di Denpasar Meluber
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara CUTI BERSAMA - Pelayanan Disdukcapil Denpasar pada hari cuti bersama, Jumat (30/6) siang. Jumlah warga yang mengurus KK membeludak terkait dengan pengurusan sekolah anak. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Momen penerimaan peserta didik baru (PPDB) benar-benar membuat pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Denpasar kewalahan.

Ratusan masyarakat tiba-tiba ramai mengurus domisili KK untuk keperluan sekolah anak mereka. Bahkan, antrean sudah penuh sejak pukul 06.00 Wita pagi di Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Denpasar, AA Istri Agung mengungkap bagaimana dirinya kaget betul melihat lonjakan pengurusan KK selama proses penerimaan peserta didik baru ini.

Baru datang ke kantor, ia sudah melihat warga antre dari loket Disdukcapil Denpasar sampai ke depan pintu masuk Graha Sewaka Dharma.

"Bahkan, pada saat libur, dan cuti bersama pun masyarakat dari jam 6 antre di sini. Sampai sandal, sepatu, tas, dan mapnya ditaruh, sampai di depan pintu masuk. Padahal kami baru buka jam 8 pagi," kata Agung Istri.

Dari data yang diperoleh Tribun Bali, sepanjang Juni, jumlah masyarakat yang mengurus KK secara keseluruhan mencapai 3.936. Jumlah tersebut sebetulnya lebih sedikit dari jumlah masyarakat yang mengurus KK pada Mei yang jumlahnya sebanyak 4.134.

"Sebetulnya masyarakat yang mengurus KK untuk keperluan sekolah itu sudah sejak April lalu," kata Kepala Bidang  Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Disdukcapil Denpasar, Ni Luh Lely Srinadi saat ditemui Jumat kemarin di ruang kerjanya.

Menurut AA Istri Agung, sebetulnya masyarakat pengurusan KK pada tahun 2017  untuk keperluan sekolah tidak diperbolehkan oleh pihak sekolah.

Buktinya, ada warga yang protes ke Disdukcapil Denpasar lantaran perubahan KK mereka tidak diterima oleh pihak sekolah tujuan anaknya. Padahal, warga itu sebetulnya sudah tinggal lama di daerah tersebut.

"Nah kebetulan 2017 ini yang bersangkutan ada perubahan status. Jadinya kan ada yang diubah di KK itu. Nah pas di sekolah ditolak, dia cerita ke sini. Padahal tidak ada kaitannya, orang itu sudah tinggal sejak lama di sana," cerita Agung Istri. 

 Jawab dengan Senyum

Suasana tegang penerimaan siswa baru belakangan ini pun tak jarang terjadi adu mulut antarwarga, karena berebut antrean.

Bahkan, ketika antrean sudah ditutup lantaran sudah jam pulang, warga tidak terima kemudian membentak-bentak pegawai Disdukcapil Denpasar.

"Ada yang protes, kok antreannya sampai 100 saja, saya kan ada waktu pas cuti saja. Nah kami jawab dengan senyum saja bahwa kami juga sebenarnya lagi cuti, cuma masih tetap kerja. Kalau kami layani sampai sore, berarti kami tidak menikmati cuti," kata Plt) Kepala Disdukcapil Denpasar, AA Istri Agung. (*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help