Bahaya, Terlalu Sering Pegang Smartphone Bisa Kurangi Kecerdasan Anda

Jujur saja, siapa yang tidak pernah bisa jauh dari gawainya? Kita biasanya menyimpan gawai di saku atau digenggam, dan meletakkannya di meja yang terj

Bahaya, Terlalu Sering Pegang Smartphone Bisa Kurangi Kecerdasan Anda
(thinkstockphotos)
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Jujur saja, siapa yang tidak pernah bisa jauh dari gawainya? Kita biasanya menyimpan gawai di saku atau digenggam, dan meletakkannya di meja yang terjangkau oleh pandangan kita.

Seringkali kita juga akan merasa gelisah jika tidak melihat ponsel itu dalam beberapa menit.

Sifat tidak bisa jauh dari gawai ternyata berpengaruh pada kemampuan kita berpikir.

Demikian menurut kesimpulan studi yang dilakukan tim dari University of Texas di Austin.

Menyimpan gawai terlalu dekat dengan kita, misalnya meletakkan di meja saat kita makan, di dekat meja kerja, atau di sisi tempat tidur saat kita mengisi ulang baterinya, berdampak buruk.

Dampak itu juga berlaku saat ponsel dalam kondisi mati.

Untuk menguji efek dari gawai dengan kemampuan berpikir, para peneliti meminta 800 peserta melakukan serangkaian tes sederhana, misalnya mengingat nomor telepon dan pertanyaan logis seperti “hal-hal berikut yang tidak termasuk milik orang lain" dengan kondisi gawai berada dekat mereka (disimpan dalam saku atau di atas meja) serta diletakkan di ruangan lain.

Hasilnya, peserta yang diminta meninggalkan telepon mereka di ruangan lain memiliki skor tes lebih baik daripada peserta yang dekat dengan telepon mereka. Alasannya? Mengabaikan ponsel dapat membuat otak Anda berpikir lebih cepat.

Bahkan, jika para peserta mengatakan tidak memikirkan gawai mereka, otak tetap menghabiskan energi lebih besar karena harus menahan godaan untuk tidak mengecek email atau Instagram.

Ponsel pintar, tentu saja, memiliki banyak sisi positif, mulai dari mencari terjemahan bahasa asing hingga mencari resep masakan.

Tapi, perangkat canggih ini juga punya banyak kelemahan, termasuk merusak kencan makan malam Anda, menurunkan kemampuan berempati dan mencegah Anda terhubung secara mendalam dengan orang-orang di sekitar. Jadi, jangan takut untuk sejenak meninggalkannya.

Editor: imam rosidin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help