TribunBali/

Guru Bimbingan Konseling Hamili Siswinya

Tindak asusila terhadap anak di bawah umur dialami oleh A (15), seorang siswi Madrasah di daerah Giriloyo, Bantul.

Guru Bimbingan Konseling Hamili Siswinya
Tribun Jogja/Pradito Rida P
Wina (33) ibu korban, datang dengan anaknya yaitu, A yang menjadi korban tindak asusila. 

TRIBUN-BALI.COM - Tindak asusila terhadap anak di bawah umur dialami oleh A (15), seorang siswi Madrasah di daerah Giriloyo, Bantul.

Tindak asusila tersebut dilakukan oleh Poniman (54) guru Bimbingan Konseling (BK) korban yang bekerja di madrasah tempat siswa menempuh ilmu.

Poniman diketahui merupakan warga Manding, Sabdodadi, Bantul.

Dengan mengenakan masker berwarna biru, Wina (33) ibu korban, datang dengan anaknya ke Jogja Police Watch (JPW) Yogyakarta.

A tampak tertunduk lesu sembari mengenakan masker merah yang menutupi mulut anak yang berusia di bawah 17 tahun.

Wani menjelaskan, kedatangannya ke JPW guna mengadukan tindakan asusila yang dialami anaknya.

Dirinya juga telah melakukan pelaporan ke pihak Kepolisian Resort (Polres) Bantul, mengenai tindakan Poniman terhadap anak pertamanya tersebut.

"Kedatangan ke JPW adalah mengharap adanya bantuan untuk memberatkan pelaku, dan pelaku agar ditindak secara hukum karena telah merusak masa depan anak saya. Saya juga telah lapor ke Polres Bantul," katanya.

Bermula dari Curhat

Tindak asusila yang dialami oleh A berawal dari seringnya A curhat terhadap pelaku yang tidak lain adalah guru Bimbingan Konseling (BK), Poniman.

Halaman
12
Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help