TribunBali/

Bali Paradise

12 Tahun Suguhkan Jajanan Jepang di Denpasar, Fukudako Tetap  Favorit

Siang itu Mina sedang sibuk memasak takoyaki di kedai Fukudako. Tangannya cekatan membentuk adonan takoyaki, bulat sempuna.

12 Tahun Suguhkan Jajanan Jepang di Denpasar, Fukudako Tetap  Favorit
Tribun Bali/Ni Putu Diah Paramitha Ganeshwari
Hidangan di Fukudako 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Putu Diah Paramitha Ganeshwari

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Masakan Jepang berupa sushi dan sashimi memang sudah mendunia. Setiap restoran masakan Jepang selalu menghadirkannya sebagai menu favorit.

Namun di balik popularitasnya, rupanya kedua menu itu tidaklah disantap sebagai menu harian orang Jepang. Sushi dan sashimi hanya disantap sebagai menu spesial, untuk merayakan saat-saat tertentu.

Kare dan onigiri justru lebih merakyat, sebab sering disantap sebagai masakan rumahan orang Jepang. Dua menu tersebut juga sering dimasak sebagai bento atau bekal makan siang. Begitu pula dengan takoyaki dan okonomiyaki yang menjadi jajanan rakyat Jepang.

Siang itu Mina sedang sibuk memasak takoyaki di kedai Fukudako. Tangannya cekatan membentuk adonan takoyaki, bulat sempuna.

()

Tidak mengherankan lagi, sebab memanggang takoyaki sudah menjadi kesehariannya selama belasan tahun. Bagi Mina, membuat takoyaki sesungguhnya tidaklah sulit. Hanya saja perlu kesabaran menunggu sekitar 15 menit untuk memastikan adonan matang dengan sempurna.

Begitu memastikan takoyaki matang, ia segera menyajikannya di atas piring. Tak lupa Mina menambahkan saus takoyaki, mayonais, dan katsuobushi (ikan tongkol kering yang sudah diserut) di atasnya. Takoyaki hangat siap disajikan ke pelanggan.

“Takoyaki adalah menu andalan Fukudako sejak kedai ini dibuka 12 tahun lalu,” ujar staf Fukudako ini. Mina tahu persis hal tersebut sebab ia adalah pegawai setia yang melayani pelanggan sejak Fukudako beroperasi.

Ia menuturkan takoyaki ala Fukudako menggunakan resep klasik Jepang. Bahan-bahannya pun mayoritas didapat dengan cara impor, kecuali tepung dan daun bawangnya. Hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan cita rasa klasik Jepang.

Guna menyesuaikan dengan selera lokal, Fukudako memberikan pilihan bagi pelanggan untuk menentukan isi takoyaki. “Takoyaki aslinya menggunakan daging tako (gurita). Namun saat ini banyak juga yang memesan takoyaki dengan isi ikan salmon. Ada juga yang memesan isian keju, sebab alergi makanan laut,” jelasnya.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help