TribunBali/

72 Km Jalan di Kota Denpasar Rusak Parah, Warga Padang Sambian Kelod Terpaksa Urunan

Pantauan Tribun Bali, sepanjang Jalan Padang Lalang hingga Jalan Gunung Gede belum diaspal. Tampak di jalan tersebut hanya ditambal dengan kapur.

72 Km Jalan di Kota Denpasar Rusak Parah, Warga Padang Sambian Kelod Terpaksa Urunan
Tribun Bali/Rizal Fanany
MELINTAS - Pengendara melintas di pinggir jalan rusak di kawasan Waribang, Denpasar, Jumat (14/7). jembatan di Jalan Waribang tepatnya di Gang Sakura sebelah barat Setra Jalan Waribang jebol sejak Rabu (12/7). Pengendara pun harus berhati-hati melintas terutama malam hari. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Made Kerti (36) di sela-sela berjualan di warungnya menceritakan kondisi jalan di Jalan Gunung Gede, Banjar Mekar Buana, Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, Bali yang tak kunjung mendapatkan perbaikan dari pemerintah.

Perempuan yang sudah 10 tahun tinggal di kawasan tersebut mengungkapkan, masyarakat sampai urunan Rp 300 ribu saat musim hujan tiba.

“Kalau tidak begitu kami tidak bisa jalan. Orang jalannya becek banget kalau pas hujan. Belum pernah diaspal kalau di sini,” kata Kerti saat ditemui, Jumat (14/7/2017) sembari berharap pemerintah segera mengaspal jalan tersebut.

Pantauan Tribun Bali, sepanjang Jalan Padang Lalang hingga Jalan Gunung Gede belum diaspal. Tampak di jalan tersebut hanya ditambal dengan kapur.

Kendaraan yang melintas di jalan ini harus berhati-hati apabila tidak ingin kendaraannya rusak atau kepeleset. Informasi yang dihimpun di lapangan, jalan tersebut belum pernah diaspal sejak 1997 silam.  

 Jembatan Jebol

Sementara itu, jembatan di Jalan Waribang tepatnya di Gang Sakura sebelah barat Setra Jalan Waribang jebol sejak Rabu (12/7). Pengendara pun harus berhati-hati melintas terutama malam hari.

“Kemarin dua hari lalu ada truk yang tiba-tiba melintas. Padahal tidak boleh truk melintas di sini. Makanya jembatannya jebol,” ungkap Sugianto, warga yang tinggal tepat di sebelah utara jembatan jebol saat ditemui, Jumat (14/7).

Dia mengungkapkan, jalan tersebut sering dilalui banyak pengendara baik pagi, siang, sore, dan malam hari.

Sebab, jalan tersebut merupakan jalan pintas bagi pengendara dari Jalan WR Supratman menuju ke Jalan Sedap Malam.  

Halaman
12
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help