TribunBali/

Sponsored Content

Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia Membawa Oleh-Oleh Kerukunan dari Singapore

Menandai 50 Tahun hubungan diplomatik Indonesia - Singapura, Singapura menjadi tuan rumah diselenggarakannya *Interfaith and Sociocultural Indonesia

Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia Membawa Oleh-Oleh Kerukunan dari Singapore
Istimewa
Ketua Umum FKUB Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, Plt. Dirjen, Dubes Niniek Naryatie dan Tokoh agama lainnya saat diterima oleh Menteri Pemuda, dan Kebudayaan Singapura Mrs. Grace Fu di kantornya. 

TRIBUN-BALI.COM - Menandai 50 Tahun hubungan diplomatik Indonesia - Singapura, Singapura menjadi tuan rumah diselenggarakannya *Interfaith and Sociocultural Indonesia - Singapore  Dialogue* (ISID) atau Dialog antar agama dan antar budaya Indonesia - Singapura yang pertama yang  berlangsung dari tgl.10 Juli sampai 14 Juli, 2017 bertempat di Furama Riverfront Hotel.

Dialog dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefudin serta Menteri Pembangunan dan Sosial Singapura Tan Juan Jin di Kementerian Pembangunan Nasional Singapura.

Hadir bersama sekitar 150 peserta pada acara pembukaan adalah Menteri Negara Senior Singapura Mohamad Maliki Bin Osman serta delegasi Indonesia antara lain Duta Besar RI untuk Singapura, Dubes Ngurah Swajaya, Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia Ida Pangelingsir Putra Sukahet, Dr. Abdul Mu'ti M.Ed Sekum Muhamadiah Indonesia, Pdt. Dr. Marthin Lukito (Kristen), Romo Agustinus Ulahayanan Pr (Khatolik), Bhiku Bante Satrijo Endro (Budha), Arif Zamhari,Ph.D (Nahdatul Ulama), Plt. Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, Dubes Niniek Kun Naryatie dan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag Dr. Ferimeldi serta beberapa pejabat Kemenlu, Kedubes RI dan Kemenag.

Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin, Menteri Tan Juan Jin maupun Dubes Ngurah Swajaya dalam pidato pembukaan bersama-sama menekankan bahwa Perbedaan adalah keniscayaan yang harus diterima dan disyukuri, bahwa betapa pentingnya membangun dan memelihara kerukunan itu, terutama kerukunan antar agama.

Agama itu berbeda dari sisi ekternal atau ritualnya, namun dari esensi /substansinya, setiap agama didunia ini mengajarkan nilai dan prinsip yang sama yaitu : menegakkan keadilan, kemanusiaan, perdamaian dan kesejahteraan seluruh umat manusia ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin. 

Menteri Tan Chuan Jin, menggarisbawahi pentingnya untuk menyadari bahwa agama atau budaya tidak masuk dalam dialog, sehingga manusialah yang masuk dalam dialog. Selain itu, sebagai masyarakat yang beragam latar belakang, kita juga harus siap sepakat untuk tidak sepakat atau agree to disagree dan menghargai perbedaan.

Rangkaian Dialog didahului pertemuan antara pemuka agama Indonesia dengan Mrs. Grace Fu, Menteri Kepemudaan, Kebudayaan, dan Masyarakat, kemudian diterima oleh Menteri Pertahanan Singapura Menteri Mohammad Maliki bin Osman, diterima oleh Menteri Luar Negeri Singapura Mr. Vivian Balakrishnam.

Dalam dialog di kantor MenLu Singapura, MenLu Singapura meminta para tokoh agama bergandengan tangan melawan paham radikalisme berbalut agama.

Menteri Vivian juga sangat sependapat dengan pendapat Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet bahwa kepentingan agama dan kepentingan politik harus dipisahkan, oleh karena itu seorang pemimpin agama hendaknya tidak menjadi pemimpin politik. 

Para menteri Singapura menerima kunjungan delegasi Indonesia dengan sangat ramah dan langsung berdialog di Kantor Kementerian masing masing.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help