TribunBali/
Home »

Bali

Lampu di Sepanjang Jalan IB Mantra Diabaikan, Bahayakan Pengendara

Lampu penerangan jalan (LPJ) di Jalan By Pass Ida Bagus Mantra hampir mati keseluruhan. Kondisi gelap ini membahayakan pengendara

Lampu di Sepanjang Jalan IB Mantra Diabaikan, Bahayakan Pengendara
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
LAMPU PADAM- Lampu penerangan terlihat tak berfungsi di perbatasan Denpasar-Gianyar jalan By Pass Ida Bagus Mantra, Minggu (16/7/). Penerangan jalan tak berfungsi bisa membahayakan pengendara. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lampu penerangan jalan (LPJ) di Jalan By Pass Ida Bagus Mantra hampir mati keseluruhan. Kondisi gelap hampir tersaji dalam beberapa pekan terakhir ini.

Kepala Dinas Perhubungan Bali, IGA Ngurah Sudarsana sedang mengupayakan agar daerah seperti Denpasar atau Gianyar yang bakal menanggung atau membayar listrik agar lampu kembali menyala.

Tidak berfungsinya lampu penerangan jalan di Jalan By Pass Ida Bagus Mantra ini juga menjadi sorotan Wakil Ketua Komisi III bidang Infrastruktur dan Pembangunan DPRR Bali, IB Udiyana yang keheranan dengan tidak berfungsinya LPJ.

“Mohon hal ini menjadi perhatian pemerintah dan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat jika itu statusnya jalan nasional,” tegas politisi Golkar asal Sanur ini, Minggu (16/7).

Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Bali, IGA Ngurah Sudarsana merinci pembangunan jalan Prof IB Mantra ini. Secara legal dilihat dari kewenangannya, pembangunan jalan dari wilayah Tohpati sampai sebelah timur Pantai Lebih, Gianyar itu adalah tanah dari pemerintah pusat.

Sedangkan dari sebelah timur Pantai Lebih sampai mendekati Goa Lawah, Klungkung tanahnya menggunakan aset tanah Pemerintah Provinsi yang pembangunanya melalui APBN.

Untuk LPJ ia mengakui bebebrapa memang belum berfungsi dengan baik, oleh karena itu ia akan melakukan pendekatan ke pemerimtah kabupaten/kota agar dari pemkab/pemkot yang mengaliri listrik di wilayah mana jalan tersebut dilintasi.

“Kami akan coba kumpulkan pemerintah kabupaten/kota dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mencarikan solusi soal pengaliran listrik. Semua pengadaan dari pusat, lampunya juga sudah terpasang namun banyak yang belum teraliri hidup,” jelasnya terpisah.

Ketika disinggung kenapa yang menanggung atau yang membayar pengaliran listrik diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota bukan Pemprov karena ada tanah Pemprov yang digunakan, Sudarsana mengatakan karena pajak LPJ dipungut oleh pemerintah kabupaten/kota sehingga penganggaran listrik untuk LPJ secara legal diwenangkan kepada kabupaten/kota.

Namun hal ini akan dikoordinasikan dahulu karena jalan ini melewati lebih dari satu kabupaten/kota di Bali.

“Saya akui Gianyar di Keramas kadang-kadang hidup dan mati. Kami akan duduk bersama dan sinkronkan. Kalau seandainya tidak dianggap keliru oleh BPK dan BPKP karena pajak penerangan jalan dipungut kabupaten/kota maka nanti kami berikan ke kabupaten/kota. Kalau dianggap keliru penganggaran tersebut tentunya kami akan kembalikan ke pusat,” ujar politisi asal Gianyar tersebut. 

 Bahayakan Pengendara

Seorang pedagang kaki lima di daerah Ketewel, Gianyar, Risky (38) mengatakan lampu penerangan jalan di By Pass Ida Bagus Mantra memang jarang sekali hidup.

Bahkan beberapa bulan ini sering mati. Dikatakannya itu sangat berbahaya apalagi jalan tersebut dilewati truk bermuatan besar.

“Sangat berbahaya, apalagi ini kan gelap sekali, saya mau menyebrang saja takut. Belum lagi truk itu berkecepatan tinggi kalau dari barat ke timur rawan sekali kecelakaan,” ujarnya ketika ditemui Tribun Bali, Minggu (16/7). Terlebih jalur ini menjadi jalur utama dari dan menuju daerah seperti Klungkung, Gianyar hingga Karangasem. (*)

Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura
Editor: imam rosidin
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help