TribunBali/

Pilu, Taruna STIP Meninggal Usai ‘Dikerjai’ Senior, Kembarannya Kini Tidur Di Kamar Mendiang Adik

Amarulloh pun mengakui bahwa saat beberapa waktu tidur di kamar itu, ada keresahan yang selalu mengganggu pikirannya.

Pilu, Taruna STIP Meninggal Usai ‘Dikerjai’ Senior, Kembarannya Kini Tidur Di Kamar Mendiang Adik
(Kompas.com/Robertus Belarminus)
Kamar tempat penganiayaan taruna bernama Amirulloh di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Foto diambil pada Rabu (11/1/2017). 

Kini seragam itu tersimpan rapi di lemari sebagai kenangan dari sang adik.

Tewas Karena Keisengan Senior

Taruna STIP yang tewas dianiaya seniornya, Amirullah Adityas Putra bersama saudara kembarnya
Taruna STIP yang tewas dianiaya seniornya, Amirullah Adityas Putra bersama saudara kembarnya (Instagram)

Amirulloh Adityas Putra (18), seorang Taruna Tingkat I di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, tewas lantaran mendapat tindak kekerasan oleh kelima senior taruna tingkat II, di Gedung Dormitory Ring IV, Kamar M 205 STIP, Selasa (10/1/2017) malam..

Tak sedikit, tetangga Amirulloh menangis akan kepergiannya itu.

Bahkan teman-teman terdekat Amirulloh dari STIP turut serta hadir di rumah duka.

Beberapa mengatakan, tindak kekerasan dilakukan terhadap Amirulloh terbilang keji dan tidak mendidik.

"Pendidikan apa itu seperti itu ya. Masa dipukul-pukul juniornya ya kan kasihan. Gila itu mas. Amirulloh dikenal sopan dan baik di sini. Bahkan rajin bantu orangtuanya. Enggak pernah saya lihat anaknya bandel. Memang polisi perlu tuh usut tuntas. Kalau perlu pihak dari pemerintah hapuskan saja sekolah itu. Tutup! Biadab itu namanya mas," ketus tetangga Amirulloh, Hasan.

Amirulloh Adityas Putra dipukul di bagian dada, perut, dan ulu hati hingga tewas oleh senior tingkat II.

Peristiwa berawal ketika senior di tingkat II sedang asyik berkumpul.

Sekitar pukul 17.00 WIB usai latihan marching band, salah satu senior di tingkat dua sekaligus pelaku, Sisko Mataheru (19) mengajak berkumpul untuk mengerjai para junior di tingkat satu.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help