TribunBali/
Home »

Bali

Pria Ini Ditemukan Sudah Tergeletak di Parit Jalan Letda Reta, Beberapa Giginya Patah

Heri (35) asal Jakarta harus mendapatkan perawatan medis di IGD RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Minggu (16/7/2017).

Pria Ini Ditemukan Sudah Tergeletak di Parit Jalan Letda Reta, Beberapa Giginya Patah
Tribun Bali/Hisyam Mudin
Heri saat dirawat di IGD RSUP Sanglah, Denpasar, Minggu (16/7/2017) kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Hisyam Mudin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Heri (35) asal Jakarta harus mendapatkan perawatan medis di IGD RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Minggu (16/7/2017).

Ia ditemukan warga sudah tergeletak di parit, saat hendak membuang sampah dengan menaiki sepeda dayungnya.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Letda Reta, Denpasar, sekitar pukul 16.00 Wita Sabtu sore.

Informasi yang dihimpun dari keluarga korban, saat itu Heri dilaporkan dalam kondisi mabuk pergi membuang sampah dengan mengendarai sepeda dayungnya.

Heri kemudian terjatuh dari atas sepeda.

Akibat kecelakaan tersebut, Heri mengalami luka robek pada bibir atas dan beberapa giginya patah.

"Saya kurang tahu kronologinya. Katanya dia jatuh dari sepeda dayungnya sampai di parit. Waktu saya dengar dan saya melihatnya, dia sudah tergelatak di atas got. Apa sudah diangkat warga saya juga kurang tahu. Mungkin saat dia jatuh, kepalanya duluan, makanya beberapa giginya patah, "ujar Iwan (38), keluarga sepupu korban saat ditemui di IGD RS Sanglah, Minggu (16/7/2017).

Peristiwa tersebut membuat Heri langsung dilarikan ke RSAD Udayana.

Namun, disebabkan lukanya harus segera mendapatkan penanganan, Heri dirujuk ke RSUP Sanglah, Denpasar.

"Dia agak sedikit gangguan. Tapi kalau diajak ngobrol nyambung seperti biasa. Dia juga rajin, kalau disuruh dia paling cepat," ujar Iwan yang beralamat di jalan Letda Reta, Sudriman, Denpasar.

Terkait biaya pengobatan Heri, dikatakan Iwan akan dibayar normal karena Heri tidak memiliki BPJS Kesehatan.

"Belum tahu berapa biayanya. Masih dirontgen. Nanti seperti apa ya kami minta bantuan dari warga. Tetangga sekitar juga sudah tahu kondisinya setiap hari. Dia enggak punya BPJS. KTP dia saja dia potong-potong. Ibunya sudah meninggal. Sementara ayahnya sudah tua. Mudah-mudahan ada jalan keluar," harap Iwan. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help