TribunBali/

VIDEO: Kapolres Diduga Cekoki Warga Miras Hingga Tak Sadarkan Diri di Tempat Hiburan!

Seorang laki-laki berbadan agak gemuk, mengenakan kaus oblong, tampak menuang minuman ke gelas lalu memberikan kepada seseorang

TRIBUN-BALI.COM- Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan diberitakan mencekoki minuman keras kepada seorang warga bernama Hermanto Purba alias Bobby (40 tahun).

Video rekaman sirkuit televisi tertutup (CCTV) pun belakangan beredar. 

Dalam rekaman terpampang waktu (12/7/2017) pukul 00:01:07 dinihari. CCTV diduga bersumber dari tempat hiburan, City Hotel di Jalan Parapat Km 6 Kelurahan Tong Marimbun, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematangsiantar.

Di tempat inilah terjadi tindakan, Kapolres diduga mencekoki minuman beralkohol kepada Bobby, seorang wartawan lokal.

Dalam video itu tampak aktivitas belasan orang. Kemudian beberapa orang duduk semeja sambil menenggak minuman.

Seorang laki-laki berbadan agak gemuk, mengenakan kaus oblong, tampak menuang minuman ke gelas lalu memberikan kepada seseorang yang duduk di hadapannya, di seberang daun meja. Si pemberi minuman menenggak minuman bersama-sama dengan orang banyak.

Tampak pria di seberang lemas, terhoyong, diduga karena pengaruh minuman beralkohol. Sedangkan si lelaki agak gemuk, terbahak-bahak, sambil menggerakkan kepala ke belakang, sandaran kursi.

Saat laki-laki itu semakin lemas, tampak, si orang agak gemuk tadi, bergerak dari tempatnya, dan mendatangi si laki-laki di seberang meja. Laki-laki agak gemuk berdiri di samping kanan agak belakang, tampak menuangkan air dari gelas ke mulut si lelaki.

Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan mengatakan video Closed Cirquit Television (CCTv) yang viral dengan dugaan dirinya mencekoki Bobby Purba (40 tahun) dengan minuman beralkohol langsung dengan botol, tidak benar.

Dia menjelaskan tidak ada korban yang sekarat, yakni pria yang disebut berinisial BP yang tampak minum bersamanya, hingga tergeletak di kursi.

Apalagi Bobby adalah teman lama yang sejak sore berada dalam satu cafe yang berada di Simpang Dua Siantar.

Saat terjadi dugaan pencekokan miras, Liberty mengaku saat itu sempat mencoba mengajak dan menarik BP keluar.

Dan dirinya tak ada mencekoki botol miras ke mulut BP yang duduk tepat di hadapannya.

"Itu enggak benar, itu hoax, video juga editan dan potongan-potongan, waktunya juga diedit-edit. Saya ke dalam sudah dini hari. Kalau ada yang bilang BP masuk RS itu kan sudah bohong. Kita jam 12 siang (12/7/2017) itu, press release, ada Bobby juga di situ dan sehat-sehat saja," katanya kepada Medan.com, Jumat pagi (14/7/2017).

Soal video yang beredar Liberty menduga ada pihak-pihak yang ingin menjatuhkan namanya.

Hal itu dikatakannya lantaran sejak menjabat dirinya banyak meringkus bandar sabu-sabu Simalungun hingga ke wilkum Siantar.

Liberty juga sudah memberikan klarifikasi kepada Polda Sumatera Utara.

"Itu hal biasa, itu sebuah risiko pekerjaan saya selama ini. Ini juga bagian menjatuhkan sejak saya menjabat. Saya akan terus berantas bandar narkoba hingga ke akarnya," ujarnya. 

Sebelumnya, diberitakan tribun-medan.com, Bobby juga membantah dirinya sekarat lantaran dicekoki minuman keras.

Dia juga terlihat sehat saat ditemui di Siantar Rabu sore hari, pascapertemuan dengan Kapolres Rabu dini hari di atas pukul 00.00 WIB sesuai CCTv.

Bobby juga senada dengan Kapolres bahwa pertemuannya di lokasi hiburan karena teman lama.

Bobby Purba menceritakan kronologi kejadian. "Awalnya begini. Kan saya masuk salah satu kamar (VIP). Nah secara tiba-tiba ada pelayan bilang kalau ada yang mau masuk ke VIP itu, wah saya kesal dong. Terus saya tanya siapa rupanya dia."

"Tiba-tiba datanglah orang terus bilang enggak ada VIP yang besar lagi, berarti dia ini yang mau mesan tadi, ternyata itu Kapolres. Terus ku bilang siapa kalian rupanya, kok kayak gini kali kalian buat aku, karena kebetulan aku lagi menyambut tamu dari Jakarta pada malam itu," ucapnya.

Mendengar itu kemudian kata Bobby dirinya diajak berbicara Kaporles AKBP Marudut Liberty Panjaitan. Saat kejadian Bobby dan temannya malah yang sengaja mengajak dan memesankan Kapolres untuk minum bersama.

"Aku didatangi Kapolres diajaknya duduk bersama, saya belikan minum untuk beliau, minuman saya tidak diminum beliau, minuman beliau tidak saya minum, terus kami cerita-ceritalah sambil kenalan, karena awalnya saya tidak tahu ternyata beliau Kapolres," sebutnya. (Tribun Medan/Dedy Kurniawan)

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help