Berita Banyuwangi

Banyuwangi Pamerkan Karya Inovasi Teknologi Rakyatnya

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Festival Teknologi Inovasi 2017 dI Taman Blambangan Rabu (19/7)

Banyuwangi Pamerkan Karya Inovasi Teknologi Rakyatnya
Surya
Wabup Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko saat membuka festival Teknologi Inovasi 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI- Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Festival Teknologi Inovasi 2017 dI Taman Blambangan Rabu (19/7).

Di festival yang masuk agenda Banyuwangi Festival 2017 ini berbagai inovasi berbasis teknologi, hasil kreasi pelajar, mahasiswa dan masyarakat Banyuwangi dipamerkan ke khalayak luas.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan festival inovasi teknologi sengaja digelar dengan tujuan untuk menggali kreativitas dan inovasi baru yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat luas.‎

“Inovasi teknologi sangat penting untuk meningkatkan daya saing daerah. Dengan terus berinovasi diharapkan akan lahir produk-produk baru yang lebih efisien dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Anas.

Anas mengatakan, inovasi teknologi sangat erat kaitannya dengan enterpreneurship. Sehingga diharapkan adanya pameran inovasi teknologi akan menstimulus munculnya enterpreneur baru  yang akan ikut memajukan ekonomi daerah.

“Enterpreneurship menjadi salah satu jalan keluar untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” katanya.

Inovasi teknologi yang ditampilkan cukup beragam. Seperti kreasi mahasiswa Politeknik negeri Banyuwangi (Poliwangi) yang menciptakan paving berpori. Paving ini diklaim menjadi solusi banjir, sebab air yang jatuh ke paving dapat langsung menembus ke dalam tanah meminimalisis air yang tergenang.

“Paving ini terbuat dari campuran semen dan kerikil yang diproses sedemikian rupa sehingga padat tapi memiliki pori-pori yang besar hingga air yang turus bisa langsung meresap ke tanah,” kata Amdi Wahyu (19) salah satu mahasiswa Poliwangi.

Tak kalah inovatif, Siswa SMKN Darul Ulum Muncar yang menampilkan teknologi inovasinya berupa sepeda motor berbahan bakar gas LPG. Inovasi tersebut menggunakan bahan gas dari tabus LPG tiga kilogram dimana dengan gas tersebut bisa digunakan menempuh perjalanan sejauh lebih dari 200 kilometer.

Ada juga bidang teknologi inovasi hasil pertanian yakni pembuatan nata de fish, prosesnya persis seperti nata de coco tapi tapi bahan baku air kelapa diganti dengan air rebusan ikan lemuru. Saat dikonsumsi tidak da bekas rasa amis sama sekali.

Halaman
12
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved